Saat Media Sosial Menjadi Pencuri Kebahagiaan Nyatamu
- 23 Jan 2026 15:26 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Pernahkah kamu merasa gelisah hanya karena melihat unggahan teman sedang bersenang-senang tanpa kehadiran kamu? Perasaan takut tertinggal momen atau tren ini dalam psikologi disebut sebagai Fear of Missing Out atau FOMO.
Secara psikologis, fenomena ini dipicu oleh rasa takut akan pengucilan sosial dan kebutuhan dasar manusia untuk selalu terhubung dengan kelompoknya. Paparan terus-menerus terhadap "momen terbaik" orang lain di media sosial sering kali menciptakan standar kebahagiaan yang tidak realistis.
Dampak buruknya, perasaan FOMO yang berlebihan dapat memicu kecemasan berlebih dan membuat seseorang sulit merasa puas dengan kehidupannya sendiri. Fokus yang terpecah antara dunia nyata dan maya justru sering kali menyebabkan individu kehilangan esensi dari momen berharga yang sedang dijalani.
Sebenarnya, FOMO merupakan sinyal bahwa ada kebutuhan emosional atau pengakuan sosial di dalam diri kamu yang belum terpenuhi dengan baik. Mungkin ada rasa kesepian yang tersembunyi atau keinginan kuat untuk dianggap "ada" oleh lingkungan sekitar melalui validasi digital.
Untuk mengatasinya, cobalah melakukan digital detox secara berkala agar kamu bisa kembali fokus menikmati kehidupan nyata di depan mata. Ingatlah bahwa tidak semua hal hebat perlu dipamerkan dan kebahagiaan sejati tidak selalu datang dari mengikuti setiap tren yang ada. (PM)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....