Memilih Teman Baru, Kenali Tanda Pertemanan Sehat

  • 30 Sep 2026 21:56 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Saat dewasa, jumlah teman biasanya semakin sedikit karena kesibukan yang bertambah. Meski begitu, hubungan dengan orang lain tetap penting sebagai tempat berbagi cerita dan mendapatkan dukungan.

Menurut Today, psikiater Dr. Sue Varma mengatakan membangun hubungan pertemanan membutuhkan usaha. Kesibukan bersama pasangan, anak, pekerjaan, atau keluarga membuat waktu untuk bertemu kawan semakin terbatas.

Varma menyebut kebaikan dan kesetiaan sebagai hal penting ketika mengenal orang baru. Sebaliknya, kebiasaan membicarakan keburukan orang lain perlu diperhatikan karena dapat mengurangi rasa percaya dalam hubungan.

Ia menjelaskan, seseorang yang gemar membahas keburukan orang lain berpotensi melakukan hal serupa kepada temannya. Karena itu, kebiasaan bergosip dapat menjadi salah satu tanda yang patut diperhatikan sejak awal.

Di tengah kehidupan yang semakin digital, media sosial juga membuat orang mudah merasa dekat. Namun, kedekatan tersebut belum tentu membuat seseorang benar-benar merasa ditemani, didengar, dan memiliki ruang untuk bercerita secara langsung.

Laporan American Psychological Association atau APA menunjukkan sekitar separuh orang dewasa di Amerika Serikat pernah merasa terasing. Sebanyak 69 persen juga mengaku kekurangan dukungan emosional dari lingkungan sekitar.

Karena itu, mencari kawan baru bukan sekadar menemukan orang dengan minat atau hobi yang sama. Hubungan yang sehat juga membutuhkan kepercayaan, sikap saling menghargai, serta kemauan untuk mendengarkan secara terbuka dan tulus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....