Tim KKN-PPM UGM Hadirkan Pojok Baca di SDK Sadi

  • 15 Sep 2026 17:52 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Tim KKN-PPM UGM Halo Belu menghadirkan pojok baca untuk memperluas akses literasi siswa. Upaya tersebut menjadi bagian dari revitalisasi perpustakaan SDK Sadi, Desa Sadi, Kabupaten Belu.

Hal ini disampaikan penanggung jawab revitalisasi, Leopold Arkhie Mare kepada rri.co.id, Sabtu, 12 September 2026. Ia menuturkan keberadaan pojok baca diharapkan membuka kesempatan siswa mengembangkan wawasan melalui buku.

“Anak-anak di wilayah perbatasan memiliki semangat belajar yang besar dan tidak boleh dibatasi fasilitas.” Ujar Arkhie. “Karena berada di perbatasan, mimpi dan potensi mereka tetap harus mendapatkan ruang berkembang.”

Menurut Leopold, kondisi perpustakaan SDK Sadi sebelumnya masih terbatas setelah mengalami perpindahan ruangan. “Kami melihat perpustakaan belum tertata sehingga kami terdorong memperbaiki ruang agar nyaman” kata Arkhie menjelaskan.

Antusias siswa SDK Sadi menunjukkan koleksi buku di pojok baca dalam kegiatan revitalisasi mahasiswa KKN UGM. (Foto: Dok. Arkhie Mare)

Tim KKN-PPM UGM kemudian menata ruangan, mempercantik dinding, serta membuat mural edukatif bagi siswa. “Harapannya, perpustakaan dapat menjadi tempat nyaman dan permanen bagi anak-anak untuk belajar” ucapnya

Selain pembenahan ruang, Tim Halo Belu menggalang donasi buku melalui sejumlah mitra pendukung pendidikan. Sekitar 500 buku terkumpul dan disalurkan kepada sekolah jenjang SD, SMP, hingga SMA.

“Minat baca anak-anak ternyata sangat tinggi, meskipun fasilitas perpustakaan sebelumnya masih memiliki keterbatasan” kata Arkhie.

“Pojok baca ini diharapkan mendekatkan anak-anak dengan buku sekaligus menumbuhkan semangat belajar” tambahnya.

Foto bersama para guru dan siswa SDK Sadi bersama Tim Halo mahasiswa KKN PPM-UGM menyuarakan pentingnya literasi. (Foto: dok. Arkhie Mare)

Pojok baca SDK Sadi resmi dibuka melalui grand opening pada 27 Juli 2026 lalu. Kehadirannya disambut antusias siswa yang kerap meminta buku bacaan selama kegiatan berlangsung.

Leopold berharap fasilitas dan koleksi buku tersebut memberikan manfaat pendidikan dalam jangka panjang. Menurutnya, keterbatasan fasilitas tidak seharusnya membatasi mimpi anak-anak yang tumbuh di wilayah perbatasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....