Pemkab TTU Salurkan Perlengkapan Sekolah Bagi 18.244 Pelajar SD-SMP
- 30 Agt 2026 07:21 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kefamenanu - Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah bagi 18.244 siswa SD dan SMP dari keluarga kurang mampu. Bantuan tersebut tersebar di seluruh sekolah di 24 Kecamatan terdiri atas tas sekolah, buku tulis, alat tulis dan pakaian seragam. Program tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkab TTU terhadap dunia pendidikan dan dilaksanakan di Gedung Bale Biinmafo pada Kamis 28 Agustus 2026.
Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, pada kesempatan itu menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh berhenti melakukan berbagai intervensi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak TTU. Bahkan keterbatasan ekonomi masyarakat kecil terlebih untuk membeli perlengkapan sekolah tidak boleh menjadi alasan bagi seorang anak untuk kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak dan pemerintah hadir mengatasi persoalan tersebut", ujar mantan TNI ini.
“Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara tidak berhenti melakukan pemenuhan di bidang pendidikan terhadap peserta didik yang orang tuanya kurang mampu. Sehingga kehadiran pemerintah harus dirasakan oleh masyarakat kecil terutama anak usia SD-SMP,” kata Bupati Falent.
Ia menjelaskan bahwa dukungan pemerintah Kabupaten TTU terhadap sektor pendidikan dilakukan melalui berbagai sumber pembiayaan, baik melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Kita menyadari bahwa, investasi di bidang pendidikan merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, setiap program pemerintah yang menyentuh kebutuhan peserta didik harus benar-benar diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi anak-anak TTU di berbagai pelosok", ujar Pendiri Ormas Beta Timor ini.
Bupati Falent menekankan bahwa, bantuan perlengkapan peserta didik bagi 18.244 peserta didik pada jenjang SD-SMP diharapkan dapat membantu meringankan beban sekolah maupun orang tua yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan anak selama mengikuti proses pembelajaran. Semoga bantuan ini membuat anak-anak di masa sekolah tidak terjadi lagi putus sekolah karena kekurangan sarana dan prasarana sekolah,” ujarnya.
"Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk bersekolah dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Selain itu, para guru dan kepala sekolah jangan hanya melihat peserta didik dari sisi akademik, tetapi juga memahami kondisi sosial dan ekonomi yang dihadapi anak-anak", kata Bupati Falent.
Karena, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh tersedianya gedung sekolah dan fasilitas pembelajaran, tetapi juga oleh perhatian semua pihak terhadap keberlangsungan pendidikan peserta didik. Sehingga selaku Bupati TTU saya meminta seluruh jajaran pendidikan untuk terus melakukan pendampingan terhadap peserta didik, terutama mereka yang memiliki risiko tidak melanjutkan pendidikan.
“Anak-anak TTU sebagai penerus estafet kepemimpinan ke depan harus diberikan kesempatan untuk bermimpi. Pemerintah dan para pendidik harus menjadi jembatan bagi mereka untuk meraih mimpi tersebut. Masa depan generasi muda TTU sangat bergantung pada perhatian dan keseriusan semua pihak dalam membangun dunia pendidikan", ujar Bupati Falent.
Dengan dukungan pemerintah, sekolah, guru, orang tua dan masyarakat, ia berharap kualitas pendidikan di Kabupaten TTU terus mengalami peningkatan dan mampu melahirkan generasi yang memiliki kompetensi serta mampu bersaing pada level yang lebih tinggi (SK).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....