Sering Ikut Menguap? Ini Lima Penjelasan Ilmiahnya
- 31 Jul 2026 18:53 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Menguap tidak selalu terjadi karena rasa kantuk atau kelelahan. Banyak orang ikut menguap setelah melihat orang lain melakukannya, meski tubuh tetap terasa segar.
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology, fenomena tersebut dikenal sebagai contagious yawning. Respons itu berkaitan dengan cara otak memproses perilaku sosial dan meniru tindakan orang lain, berikut lima penjelasannya.
Otak Meniru Respons Orang Lain
Melihat seseorang menguap dapat memicu otak untuk melakukan respons serupa. Reaksi tersebut berlangsung secara spontan tanpa disadari.
Berkaitan dengan Interaksi Sosial
Fenomena ini diduga berhubungan dengan kemampuan seseorang dalam memahami orang lain. Oleh karena itu, tingkat respons setiap orang dapat berbeda.
Dipengaruhi Kondisi Otak
Tidak semua orang mudah tertular menguap saat melihat orang lain. Faktor usia, tingkat perhatian, dan kondisi otak diduga ikut memengaruhi respons tersebut.
Membantu Menjaga Suhu Otak
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa menguap membantu menstabilkan suhu otak. Kondisi itu dipercaya membuat seseorang tetap waspada.
Masih Terus Diteliti Ilmuwan
Penyebab pasti mengapa menguap dapat menular masih terus dipelajari oleh para peneliti. Meskipun begitu, fenomena tersebut dianggap sebagai respons alami tubuh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....