5 Bahasa Tubuh yang Kerap Dikaitkan dengan Kebohongan

  • 27 Jul 2026 20:44 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Bahasa tubuh sering menjadi bagian penting dalam komunikasi sehari-hari. Namun, gerakan tubuh tidak dapat dijadikan bukti pasti bahwa seseorang sedang berbohong.

Dikutip dari Beautynesia, bahasa tubuh perlu dipahami bersama konteks, situasi, dan pola perilaku seseorang. Karena itu, satu gerakan saja tidak cukup untuk menilai seseorang berkata tidak jujur.

Berikut lima bahasa tubuh yang kerap dikaitkan dengan kebohongan:

1. Pola bicara berubah.

Nada suara, kecepatan berbicara, atau jeda saat menjawab dapat berubah dari kebiasaan biasanya. Perubahan ini bisa menjadi petunjuk yang perlu diperhatikan.

2. Ucapan tidak selaras dengan gerakan tubuh

Seseorang mungkin mengatakan setuju, tetapi bahasa tubuhnya menunjukkan hal yang berbeda. Ketidaksesuaian ini dapat mengindikasikan adanya konflik antara ucapan dan perasaan.

3. Muncul ekspresi wajah tertentu

Sering berkedip, menggigit bibir, menyipitkan mata, atau mengalihkan pandangan dapat muncul saat seseorang merasa tertekan. Namun, ekspresi tersebut juga bisa dipengaruhi rasa gugup atau cemas.

4. Senyum terlihat tidak alami

Senyum yang hanya melibatkan bibir tanpa perubahan di area mata sering dianggap kurang tulus. Tanda ini sebaiknya diamati bersama perilaku lainnya.

5. Jangan terburu-buru menyimpulkan

Satu gerakan tubuh saja tidak cukup untuk menilai seseorang sedang berbohong. Amati keseluruhan perilaku dan situasi sebelum menarik kesimpulan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....