Jalani UAS, Kepsek SMPN Maubeli Nyatakan Siswanya Siap
- 06 Mei 2026 14:10 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kefamenanu - Pelaksanaan ujian akhir sekolah (UAS) bagi SMP di Kabupaten Timor Tengah Utara, saat ini tengah berlangsung. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTU, sebanyak 4.928 siswa dari 95 satuan pendidikan mengikuti ujian akhir sekolah tahun 2026.
Suasana ujian terlihat tertib di sejumlah sekolah, termasuk di SMP Negeri Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu. Hari ini merupakan hari ke tiga ujian dan para siswa tampak serius mengerjakan soal di bawah pengawasan ketat guru.
Kepala Sekolah SMP Negeri Maubeli, Maria Seo Tem menyampaikan bahwa, kesiapan siswa telah dimatangkan jauh hari sebelum pelaksanaan ujian. Karena pihaknya mulai menggelar jam tambahan dan try out sejak Januari lalu.
"Anak-anak kami gembleng dari awal semester genap. Ada les sore 3 kali seminggu untuk mapel UAS: Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, Bahasa Inggris, dan PKn. Fokusnya adalah bedah soal-soal tahun 2025 lalu dan kisi-kisi terbaru," ujar Maria
Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2026 ini, terdapat perubahan dalam penyusunan soal ujian. Sebab tahun 2025 lalu hanya melibatkan dua sekolah, tetapi saat ini penyusunan soal dilakukan secara bersama dengan melibatkan 15 sekolah di wilayah Kota Kefamenanu. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan kualitas dan pemerataan standar soal ujian.
Ujian akhir sekolah ini menjadi tahapan penting dalam mengukur capaian belajar siswa. Karena pada bulan April lalu, khusus siswa kelas IX SMP di Kabupaten TTU, juga telah mengikuti tes kompetensi akademik atau TKA, yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah", ujar Maria.
Khusus UAS di TTU dijadwalkan berlangsung selama empat hari yang akan berakhir pada hari Kamis tanggal 7 Mei 2026 mendatang. Sebagai Kepsek dan para guru SMP Negeri Maubeli maupun para orang tua/Wali berharap seluruh siswa dapat mengikuti ujian dengan jujur dan meraih hasil maksimal. Karena itu merupakan bekal bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA", kata Maria.
Sementara salah Siwi yakni Jesika Bano, menyampaikan bahwa soal ujian yang menyulitkannya adalah Matematika dan Bahasa Indonesia. Khusus Matematika itu itu banyak cakaran yang membutuhkan waktu dan ketenangan. Sedangkan soal Bahasa Indonesia mengecoh dengan uraian jebakan. Tetapi Jesika yakin ia mampu mengisi soal-soal tersebut karena telah berlatih dengan baik sebelum ujian (SK).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....