Hardiknas Menjadi Tiket Elisabeth Degei Berlibur ke Nabire
- 01 Mei 2026 21:32 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kefamenanu-Air mata bahagia bercampur rindu akan kehangatan keluarga dan kampung halaman dirasakan Elisabeth Degei (14 thn) saat momen pembukaan Pameran Literasi Pendidikan antar Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S-SD) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS-SMP) se-Kabupaten TTU, di alun-alun kantor bupati pada Kamis 30 April 2026.
Tangisan Elisabeth tak terbendung saat ia berbincang singkat dengan Bupati TTU, Yosep Falentinus Dellasale Kebo. Dalam perbincangan itu, ia ditanya kamu dari mana dan secara spontan Elisabeth menjawab Nabire Papua. Kemudian Bupati Falent menimpalinya dan menanyakan apakah pernah pulang untuk melihat keluarga. Mendengar pertanyaan itu, Elisabeth makin larut dalam kerinduan terhadap keluarganya sehingga ia tak kuasa membendung air matanya.
Usai mendengar kisah Elisabeth Degei, Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, memberi hadiah berupa biaya tiket pesawat PP Nabire-Kupang agar Elisabeth bisa pulang ke Papua saat Natal, menemui ayah dan saudara-saudaranya supaya mengobati kerinduan remaja tersebut.
Hadiah Natal yang tak pernah terbayangkan itu, membuat Elisabeth makin larut dalam tangis kebahagian. Di tengah tangisan itu, Bupati Falent mendekati Elisabeth lalu menepuk pundaknya. “Kamu harus kua dan pasti bisa”. Motivasi dan penguatan yang syarat makna membuat rekan-rekan Elisabeth di SMPS Mimbar Budhi, Manufui dan para guru juga terlihat meneteskan air mata kebahagiaan.
Elisabeth Degei sendiri datang dari Nabire-Papua karena dibawah oleh para Suster dari Panti Sosial Susteren OSF yang berlokasi di wilayah Biboki Selatan, Kabupaten TTU. Karena remaja kelahiran 17 Agustus tahun 2012 ini datang ke TTU untuk melanjutkan pendidikan di SMPS Mimbar Budi Manufui. Ia adalah anak sulung dari tujuh bersaudara yang harus belajar tegar lebih cepat dari usianya. Sebab ia harus kehilangan sang ibu Agustina Pugiye, pada Tahun 2024 saat ia baru duduk di bangku kelas I SMP. Saat duka itu menghampiri, Elisabeth baru menginjakan kaki di TTU selama 2 Minggu.
Sementara Kepala Sekolah SMPS Mimbar Budhi, Yuventha Theresia Lake, S.Pd, menyampaikan bahwa siswa dari Papua di sekolahnya tidak hanya Elisabeth. Tetapi ada juga enam siswa lainnya yang juga dari Papua. Para siswa tersebut dibawa oleh pihak Panti Sosial Susteren OSF yang berlokasi di wilayah Biboki Selatan, sehingga mereka disekolahkan di SMP Swasta Mimbar Budhi, Manufui.
Menurut Theresia, SMP Swasta Mimbar Budhi, Manufui adalah rumah kedua bagi para asal Papua maupun siswa lainnya. Karena di sekolahnya tidak ada diskriminasi, tidak memandang suku, ras ataupun agama melainkan menerima satu sama lain dan saling mendukung. Ia menambahkan bahwa prestasi akademik Elisabeth juga tidak jauh berbeda dengan siswa lainnya.
Lebih lanjut, Theresia, menyampaikan bahwa Elisabeth sedikit menonjol dari segi prestasi non akademik. Karena Remaja Nabire-Papua itu bergabung dengan kelompok musik suling bambu di sekolahnya. Kemudian Elisabeth juga memiliki bakat bernyanyi. Hanya, setiap kali tampil menyanyi, seperti di momen-momen Natal, ia kerap kali menangis karena merindukan keluarga terlebih sang ibu yang telah tiada (SK).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....