Kevin Abimanyu Beberkan Rahasia Tembus Beasiswa Doktoral di Australia
- 29 Apr 2026 09:36 WIB
- Atambua
Menurut Kevin...
RRI.CO.ID, Atambua – Kunci keberhasilan studi strata tiga (S3) terletak pada kolaborasi harmonis antara mahasiswa dengan promotor yang memiliki kesamaan visi penelitian. Seperti diungkapkan Kevin Abimanyu Jatmiko peraih beasiswa doktoral penuh di University of Sydney Australia.
Kevin mendapatkan dua beasiswa dari kampusnya. Beasiswa itu adalah University of Sydney International Tuition Fee Scholarship and University of Sydney International Stipend Scholarship.
Kevin membagikan cerita bagaimana ia meraih beasiswa tersebut kepada rri.co.id pada Selasa, 28 April 2026 "Sebetulnya saya tidak mendaftar secara spesifik untuk beasiswa ini; saya hanya mendaftar ke kampusnya," ucapnya.
Ia mendaftar dengan dokumen standar seperti (International English Language Testing System) IELTS, Curriculum Vitae (CV), dan proposal riset. Kevin menilai hal yang menjadi pertimbangan utama penyelenggara beasiswanya adalah pengalaman riset.
Kevin pun bercerita pengalaman sebelumnya yang melakukan penelitian lapangan di Larantuka dan pernah bekerja sebagai asisten riset. "Terutama untuk S3, kita dituntut mandiri, kita tidak duduk di kelas mendengarkan dosen seperti S1 atau S2," katanya.
"Kita harus aktif mencari referensi dan mengikuti seminar sendiri," ucapnya. "Jadi, pengalaman riset sangat krusial."
Terkait skor IELTS, Kevin membagikan standar nilai yang diketahui. "Seingat saya skor keseluruhannya minimal 6,5 sampai 7, tiap komponen (Reading, Speaking, Listening, Writing) juga minimal harus 6,5," katanya.
Menurut Kevin, pada Letter of Acceptance (LoA) biasanya terdapat status Unconditional (diterima tanpa syarat) atau Conditional (bersyarat). "Kalau Conditional, biasanya ada dokumen yang masih kurang, paling sering soal skor bahasa Inggris yang harus diperbaiki lagi," ujar dia.
Lanjut Kevin, menemukan supervisor yang tepat merupakan langkah paling krusial bagi setiap orang yang ingin melanjutkan pendidikan doktoral. Kevin mengaku supervisor bukan sekadar guru namun juga rekan kerja yang akan menemani perjalanan riset selama beberapa tahun.
"Ini kunci utama S3, cari supervisor yang tidak hanya baik, tapi juga tepat," katanya. "Di S3, supervisor itu seperti rekan kerja kita; saat mengirim email, kita harus siap dengan proposal riset dan CV."
Supervisor akan melihat latar belakang akademik serta melihat sejauh mana keseriusan kandidat dalam mendalami topik penelitian tersebut. "Mereka akan melakukan screening dan jika tertarik, mereka akan mengajak Zoom untuk bertanya lebih dalam," ujar Kevin.
Dari situlah mereka menilai apakah kita qualified (layak, memenuhi syarat). Bagi Kevin, kuncinya ada pada desain metode dan pertanyaan penelitian.
"Kita harus bisa menunjukkan adanya masalah di lingkungan kita dan menawarkan solusi atau kontribusi akademik," kata Kevin. "Kita harus banyak membaca dan peka terhadap lingkungan sekitar."
Proposal yang dilampirkan harus spesifik dan detail. "Tidak perlu selalu selaras dengan agenda universitas, yang penting isinya unik dan mendalam," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....