Daya Tampung Unimor Tahun 2026 Sebanyak 2.775 Mahasiswa

  • 25 Apr 2026 09:22 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Universitas Timor (Unimor) sebagai PTN di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste khususnya di Kabupaten TTU menetapkan daya tampung mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 sebanyak 2.775 orang. Keputusan tersebut diambil Rektor bersama jajaran pimpinan kampus dalam rapat senat terbuka. Keputusan ini diambil untuk daya tampung keseluruhan dari 3 jalur seleksi yakni SNBP, SNBT dan jalur Mandiri.

Wakil Rektor 1 Unimor Dr. Yoseph Nahak Seran, S.Pd,. M.Si, saat diwawancarai RRI.CO.ID di Laboratorium Unimor pada Jumat 24 April 2026 menyampaikan bahwa daya tampung Unimor untuk tahun akademik 2026/2027 akan menerima mahasiswa baru sebanyak 2.775 orang. Dari jumlah tersebut akan disebar di 4 fakultas dan 17 program studi.

"Sebab sesuai arahan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Profesor Brian Yuliarto, Ph.D bahwa daya tampung sebuah PTN harus dilihat lagi dari ketersediaan sarana-prasarana pendukung seperti rasio dosen maupun ruang kuliah. Sehingga Pimpinan Unimor dalam rapat menetapkan daya tampung mahasiswa baru sebanyak 2.775 orang", ujar Dr. Yoseph.

Lebih jauh kata Dr. Yoseph bahwa, dari jumlah yang ada terdistribusi untuk jalur SNBT sebanyak 834 orang tetapi yang lolos seleksi berdasarkan prestasi sebanyak 518 orang. Kemudian yang tidak lolos dari seleksi jalur prestasi akan dialihkan ke kuota UTBK dan jalur Mandiri sehingga menggenapi daya tampung mahasiswa baru sebanyak 2.775 orang", ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa terkait jalannya proses UTBK, Unimor tidak ada kendala karena semuanya telah dipersiapkan dengan baik. Hal ini dimulai dari peserta saat mengecek ruangan, kemudian panitia juga memeriksa secara ketat para peserta sehingga tidak ada benda tertentu yang dibawa masuk ke dalam ruangan tes. Sebab sesuai ketentuan, peserta UTBK hanya diperkenankan membawa kartu ujian, EKTP dan KK.

Sementara Jhosafat Kurnia lulusan SMK Negeri 1 Atambua mengaku bahwa mendapati beberapa soal yang diberikan sulit tetapi ia mampu menjawab soal-soal tersebut. Jhosafat juga mengapresiasi panitia UTBK Unimor yang sangat ramah sehingga ia tidak merasa tertekan saat pertama mengikuti tes. Ia juga memuji Laboratorium Unimor yang sangat nyaman sehingga pikirannya tenang saat UTBK.

Jhosafat mengaku kampus yang ia pilih sebagai tempat melanjutkan pendidikan adalah Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dengan program studi yang dipilih yakni penciptaan musik. Selain itu, ia juga memilih Universitas Negeri Surabaya dengan program studi Seni Musik", ujar Jhosafat (SK).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....