Budayakan Cek Fakta di tengah Fenomena Media Sosial

  • 22 Apr 2026 07:51 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Budaya berbagi informasi di media sosial kini sering kali terjebak dalam perilaku berlebihan atau oversharing yang membahayakan keamanan privasi.

"Jempol kita harus ditahan dulu saat menerima informasi dan jangan langsung membagikannya sebelum benar-benar yakin akan kebenaran berita tersebut." Demikian disampaikan Korwil Mafindo – Kupang, Maria Via Dolorosa Pabha Swan, S.Sos,M.Med,Kom , saat diwawancarai rri.co.id, Selasa, 21 April 2026.

Prinsip menyaring informasi sebelum menyebarkannya harus ditegakkan sebagai poin utama dalam berkomunikasi di berbagai platform digital dan grup percakapan.

"Jika Kartini dulu berjuang habis gelap terbitlah terang, maka semangat Kartini sekarang adalah habis hoaks maka terbitlah cek fakta," ucap sosok yang juga merupakan dosen komunikasi undana Kupang.

Mafindo terus menyuarakan pentingnya verifikasi fakta terhadap informasi kesehatan maupun pelayanan publik yang beredar luas di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

"Gunakan media sosial secara bijaksana dengan tidak membagikan data pribadi seperti foto anak mandi atau lokasi sekolah secara terbuka," ujarnya.

Lanjutnya, edukasi mengenai etika penggunaan teknologi termasuk kecerdasan buatan menjadi tugas bersama demi menjaga marwah bangsa di wilayah perbatasan Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....