Proyek Desalinasi di Pantai Aufuik Belu Berhenti Beroperasi imbas Badai Seroja
- 14 Apr 2026 14:52 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Program Pemerintah Propinsi NTT penyulingan air laut menjadi air tawar di wilayah Kabupaten Belu untuk sementara waktu terhenti operasional. Terhentinya proses Desalinasi penyulingan air laut atau air payau untuk menghasilkan air bersih layak konsumsi, hal ini diakibatkan adanya kerusakan salah satu peralatan.
Program Desalinasi merupakan bagian dari kerjasama Pemprov NTT dengan pemerintah Israel dibawah kepemimpinan Gubernur Viktor Laiskodat.
Terdapat dua titik lokasi program penyulingan air laut menjadi air tawar yakni di pantai Utara Aufuik dan pantai pasir putih desa Kenebibi Belu. Di lokasi Pantai Aufuik rusaknya salah satu peralatan mesin, imbas badai seroja 2022 lalu, hanya setahun beroperasi.
Petugas operasional Maksi Sevatu dikonfirmasi mengungkapkan hal tersebut Selasa 14 April 2026.
"Kerusakan mesin bagian penyulingan air laut, saat hantaman badai seroja tahun 2022 lalu. Sempat beroperasi warga isi galon tapi hanya setahun," kata Maksi Sevatu.
Maksi menyebut sudah berkoordinasi dengan tim teknis Propinsi NTT pihak Pekerjaan Umum untuk penanganan di lapangan, namun belum ada tindak lanjut perbaikan.
"Peralatan yang mungkin belum ada paskah kerusakan kita sampaikan. Karena alat katanya harus dipesan dari Israel, hanya menunggu," ucapnya.
Program Desalinasi menjadi solusi efektif krisis air bersih melalui metode Reverse Osmosis (RO) atau distilasi mampu menjawab kebutuhan air bersih bagi masyarakat pesisir.
Ketersediaan air yang disuling sempat dikonsumsi masyarakat dengan harga per galon Rp.3000 .
"Sangat membantu warga pesiair isi galon ke sini, hanya sekarang terhenti sudah hampir 4 tahun," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....