Penyulingan Air Laut di Belu Berhenti Beroperasi akibat Kerusakan Peralatan
- 14 Apr 2026 14:35 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID,Atambua - Kabupaten Belu mendapatkan bantuan teknologi penyulingan air laut menjadi air minum bersih (Desalinasi) dari pemerintah propinsi Nusa Tenggara Timur melalui dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kabupaten Belu mendapatkan bantuan Instalasi Penyulingan air Laut menjadi air Tawar di dua titik wilayah pesisir, yaitu pesisir pantai Pasir Putih dan pantai Aufuik Desa Dualaus Kecamatan Kakuluk Mesak Belu.
Proyek Desalinasi kerjasama Pemerintah Propinsi dengan Pemerintah Israel di dua titik lokasi sejak tahun 2022 lalu sempat beroperasi itu pun hanya setahun, dikarenakan kerusakan teknis pada salah satu peralatan mesin, terhenti operasional.
Petugas operasional Maksi Sevatu dikonfirmasi rri.co.id Selasa 14 April 2026 mengungkapkan kerusakan peralatan imbas adanya gelombang pasang air laut saat hantaman badai seroja.
Maksi menyebut sudah berkoordinasi dengan tim teknis Propinsi namun belum ada tindak lanjut perbaikan.
"Kendala salah satu peralatan mesin rusak bagian penyedot air laut itu yang terkena hantaman gelombang saat badai seroja 2022 lalu. Sudah koordinasi Propinsi hanya menunggu, mungkin masih pesan peralatan," kata Maksi Sevatu.
Program Desalinasi menjadi solusi efektif krisis air bersih melalui metode Reverse Osmosis (RO) atau distilasi mampu menjawab kebutuhan air bersih bagi masyarakat pesisir.
"Sempat setahun beroperasi masyarakat pesisir datang isi galon di sini. Cukup membantu karena kadabg sulit juga dapat air galon, harus jauh ke kota," ucapnya menambahkan.
Proses Desalinasi air laut menjadi air tawar bersih tertampung di viber penampung kemudian keluar melaku kran sempat dikonsumsi masyarakat.
Selain warga pesisir kebanyakan warga saat berwisata pantai ikut melakukan pengisian dengan harga per galon Rp.3000.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....