Pendampingan Korban "Child Grooming" Harus Berbasis Trauma
- 31 Mar 2026 21:16 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Mahasiswa Magister Psikologi UGM, Ryati Bouk, menegaskan bahwa pendampingan korban child grooming harus menggunakan pendekatan berbasis trauma. Hal ini penting untuk memastikan proses pemulihan berjalan secara aman dan tepat.
Ia menjelaskan pendekatan trauma-informed care menjadi dasar utama dalam penanganan korban. Pendekatan ini menekankan empati, rasa aman, serta menghindari tindakan yang dapat memperparah trauma.
"Dalam praktiknya, terdapat beberapa metode terapi yang dinilai efektif," katanya kepada RRI, belum lama ini. "Di antaranya Trauma-Focused Cognitive Behavioral Therapy (TF-CBT) dan EMDR yang digunakan untuk membantu pemulihan trauma."
Untuk anak usia dini, terapi bermain atau play therapy juga menjadi pilihan yang sesuai. Metode ini membantu anak mengekspresikan perasaan tanpa tekanan secara langsung.
Selain itu, terapi berbasis regulasi emosi diperlukan untuk membantu korban mengelola perasaan. Pendekatan ini bertujuan membangun kembali stabilitas emosional secara bertahap.
Ryati juga menekankan pentingnya keterlibatan keluarga melalui family therapy. Dukungan dari lingkungan terdekat sangat berpengaruh dalam proses pemulihan korban.
Ia menegaskan dalam pendampingan, korban tidak boleh disalahkan dan harus divalidasi. Upaya ini penting untuk membangun kembali rasa percaya diri dan kontrol diri korban.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....