Mahasiswa Pilih Pakaian Bekas Layak Pakai untuk Kurangi Dampak Industri Fesyen
- 28 Feb 2026 13:02 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Nazia Kamala mahasiswa Universitas Tribuana Kalabahi menilai pakaian bekas (thrifting) membantu mengurangi limbah tekstil dari industri fast fashion global. “Daripada beli baru terus mending pakai ulang yang masih bagus,” ujarnya saat diwawancara Pro 2 RRI Atambua belum lama ini
Nazia mulai mencari pakaian bekas berkualitas di pasar loak dan toko daring komunitas lokal. Ia menyadari industri fesyen memproduksi barang sangat cepat sehingga limbah tekstil menumpuk mencemari lingkungan.
“Kalau kita kurangi belanja berlebihan dampaknya pasti terasa,” katanya menegaskan pentingnya kesadaran konsumsi. Menurutnya thrifting bisa menjadi edukasi praktis agar mahasiswa memahami konsep pakai ulang barang.
Ia berharap semakin banyak mahasiswa mengikuti langkah tersebut sehingga gerakan ramah lingkungan berkembang luas. Ia mengatakan membeli pakaian bekas layak pakai memperpanjang umur barang serta menekan konsumsi berlebihan.
Menurutnya tren ini tidak boleh hanya demi gaya atau konten media sosial semata. Ia menemukan banyak pilihan murah sehingga pengeluaran berkurang tanpa harus mengorbankan penampilan sehari hari.
Produksi besar tersebut membutuhkan air energi serta bahan kimia yang berdampak panjang bagi bumi. Ia mengajak teman kampus berdiskusi tentang hubungan pilihan pakaian dengan keberlanjutan lingkungan sekitar.
Kebiasaan tersebut perlahan membangun pola pikir hemat serta bertanggung jawab terhadap limbah pribadi. Dengan begitu menurutnya, budaya konsumsi bijak dapat tumbuh kuat di lingkungan kampus dan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....