Fenomena "Remaja Toddler", Istilah Baru yang Ramai Diperbincangkan

  • 29 Des 2024 20:57 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua: Istilah "remaja toddler" belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial. Meskipun tidak ditemukan kajian ilmiah psikologinya, istilah ini digunakan untuk menggambarkan perilaku remaja yang dianggap mirip balita (toddler).

Hal itu diungkapkan Lisa Seu saat mengisi obrolan di Pro 2 RRI Atambua, Sabtu (20/12/2024). "Perilaku remaja dianggap seperti balita seperti sulit mengelola emosi, mencari perhatian berlebihan, dan cenderung impulsif," ucapnya.

Lisa Seu, sebagai sarjana psikologi mengatakan, fenomena ini dapat dipahami sebagai hasil dari dinamika perkembangan remaja yang kompleks.

"Pada masa remaja terjadi perubahan besar pada hormon dan otak, yang memengaruhi cara mereka mengelola emosi dan hubungan sosial. Perilaku yang tampak seperti ‘toddler’ bisa jadi cara mereka mengekspresikan tekanan atau kebingungan," ujar Lisa.

Lisa juga mencatat bahwa peran media sosial sangat memengaruhi fenomena ini. "Media sosial sering menjadi tempat remaja mencari validasi. Ini membuat mereka kadang-kadang terlihat dramatis atau kekanak-kanakan," ujarnya menambahkan.

Meski istilah ini tidak ilmiah, fenomena ini mengingatkan pentingnya pendekatan yang empatik dan edukasi emosional bagi remaja. Agar mereka dapat menghadapi masa transisi ini dengan lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....