Sejumlah Negara Asia dan Eropa Dinilai Paling Rentan Krisis Energi

  • 19 Apr 2026 21:03 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Sejumlah negara di Asia dan Eropa dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap guncangan energi global. Ketergantungan besar pada impor minyak dan gas menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko tersebut.

Melansir jpmorgan.com, Minggu, 19 April 2026, negara Italia, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura termasuk dalam kelompok paling terekspos. Negara-negara tersebut sangat bergantung pada impor energi dari kawasan Teluk.

Selain itu, Spanyol dan Belanda juga tercatat memiliki kerentanan yang cukup tinggi. Ketergantungan terhadap pasokan minyak dan gas impor membuat negara-negara ini sensitif terhadap gangguan distribusi global.

Sebaliknya beberapa negara dinilai lebih terlindungi karena memiliki sumber energi domestik. Ketahanan energi domestik menjadi faktor penting dalam mengurangi dampak lonjakan harga energi.

Negara seperti China mendapat keuntungan dari penggunaan batu bara domestik yang besar. Selain itu, negara lain seperti India dan Vietnam juga memperoleh perlindungan serupa.

Diversifikasi sumber energi dinilai menjadi strategi utama dalam menghadapi gejolak energi global. Negara dengan berbagai sumber energi cenderung lebih stabil dalam menghadapi krisis pasokan.

Kerentanan terhadap krisis energi juga dipengaruhi oleh keterbatasan sumber energi domestik. Negara yang tidak memiliki cadangan energi sendiri cenderung lebih bergantung pada impor.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....