Vatican News Resmi Gunakan Bahasa Indonesia

  • 27 Mar 2026 06:30 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Vatican News resmi menggunakan bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa dalam layanannya. Momentum ini disebut sebagai peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia, khususnya umat Katolik.

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, menyatakan langkah ini menjadi tonggak penting hubungan Indonesia dan Vatikan. “Momentum ini merupakan peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi umat Katolik di Indonesia,” ujar Michael Trias Kuncahyono dalam acara inaugurasi di Vatikan pada Rabu, 25 Maret 2026.

Dilansir melalui kemenlu.go.id, kerja sama ini merupakan hasil proses diplomasi panjang yang telah dimulai sejak 2024. Indonesia menjadi negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang menjadikan bahasa nasionalnya sebagai bahasa resmi di Vatican News.

Ketua Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo bersama Prefek Dikasteri Komunikasi Takhta Suci, Paolo Ruffini Foto bersama sambil memegang dokumen kerja sama yang telah ditanda-tangani. (Foto: vaticannews.va)

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Ketua Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo. Ditandatangani pula oleh Prefek Dikasteri Komunikasi Takhta Suci, Paolo Ruffini.

Dengan kerja sama ini, bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi ke-57 yang digunakan Vatican News. Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo menyampaikan harapannya terhadap kerja sama ini.

“Dengan kerja sama ini, kini masyarakat Indonesia akan mendengar langsung pesan dari Paus dan berita dari Vatikan dalam bahasa ibunya yaitu Bahasa Indonesia,” kata Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo. Sementara itu, Paolo Ruffini menilai penggunaan bahasa Indonesia akan mempermudah penyampaian informasi kepada masyarakat Indonesia.

“Impian kami adalah menciptakan platform di mana komunitas Katolik di seluruh dunia terhubung sepenuhnya," ujarnya. "Hal ini memungkinkan mereka untuk berbagi tidak hanya teks, gambar, dan audio secara real-time, tetapi juga pengalaman hidup gereja."

Kerja sama ini juga menjadi bagian peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Takhta Suci pada 2025. Diharapkan, langkah ini dapat memperkuat komunikasi serta mempererat hubungan antara Vatikan dan umat Katolik di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....