RI-RDTL Bahas Penyelesaian Batas Maritim
- 21 Agt 2025 12:00 WIB
- Atambua
KBRN, Dili : Pejabat senior Timor-Leste dan Indonesia mulai melakukan pertemuan pertama untuk perundingan batas maritim.
Dalam pertemuan tersebut telah mencapai kesepakatan dan komitmen bersama untuk menyelesaikan batas maritim sesuai dengan hukum internasional dan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS).
Timor-Leste menjadi tuan rumah putaran pertama perundingan perbatasan maritim dengan Indonesia yang diselenggarakan di Dili, sejak Selasa-Rabu 19-20 Agustus 2025.
Ketua delegasi perundingan perbatasan Maritim Timor-Leste, Elizabeth Exposto, kepada Awak media mengatakan bahwa pembahasan yang dilakukan selama dua hari ada banyak hal yang didiskusikan semuanya berjalan dengan baik.
"Pertemuan dua hari (Selasa-Rabu, 19-20/08/2025), mengawali negosiasi formal antara Indonesia dan Timor-Leste mengenai batas maritim. Pejabat senior dari Indonesia menunjukkan komitmennya untuk menyelesaikan perbatasan maritim sesuai hukum internasional," ujar Elizabeth Exposto.
Menurut Elizabeth pertemuan yang dilangsungkan baru sebuah permulaan karena untuk menempuh hasil akhir masih ada sejumlah prosesnya akan di tempuh dan membutuhkan waktu yang cukup panjang.
Ia menjelaskan, sejauh ini ada komitmen kuat baik dari Timor-Leste dan Indonesia untuk berupaya menyelesaikan dan mempercepat proses tersebut melalui pertemuan kembali di masa mendatang.
Ia menambahkan bahwa pertemuan formal putaran pertama negosiasi perbatasan laut ini bertujuan untuk menunjukkan komitmen kedua negara dalam berupaya membahas dan menyelesaikan perbatasan laut berdasarkan hukum internasional, sekaligus membuka jalan bagi komitmen yang baik antara Indonesia dan Timor-Leste dalam suasana yang dilandasi semangat perbandingan dan persahabatan.
" Putaran pertama pertemuan telah diselenggarakan oleh Timor-Leste di Dili, dan akan kembali ada pertemuan di Indonesia" Ucap Elizabeth Exposto.

Sementara Di tempat yang sama, Duta Besar Timor-Leste untuk Indonesia, Roberto Soares menyampaikan bahwa konsultasi dan komunikasi perbatasan darat yang dilakukan saat ini untuk menyelesaikan segmen yang belum terselesaikan.
Menurutnya, Timor-Leste dan Indonesia menyatakan kesediaan untuk menyelesaikan batas maritim dalam suasana yang bersahabat sebagai negara tetangga.
“Proses negosiasi ini kompleks dan tentunya negosiasi akan terus berlanjut. Ketika ada solusi final, pemerintah atau negara akan mengumumkan kepada publik solusi yang akan menguntungkan kepentingan bersama kedua negara, khususnya rakyat Timor-Leste,” ujar Roberto Soares.

Ia menegaskan bahwa landasan fundamental dalam negosiasi Timor-Leste akan di sesuaikan dengan perjanjian internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....