Konferensi Sant’Egidio Asia Tenggara Digelar Perdana di Indonesia

  • 01 Mar 2025 20:42 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua: Konferensi Komunitas Sant’Egidio se-Asia Tenggara untuk pertama kalinya berlangsung di Jakarta, selama dua hari, 22-23 Februari 2025. Peserta yang hadir terdiri dari Komunitas Sant’Egidio asal Indonesia, Filipina dan Timor Leste.

Konnferensi bertepatan dengan kunjungan pendiri Sant’Egidio asal Italia, Andrea Riccardi yang datang ke Indonesia. Pertemuan Komunitas Sant’Egidio se-Asia Tenggara ini membahas tema "Doa, Kaum Miskin, Damai, Nubuat Belas Kasih dan Harapan".

Kepada seluruh peserta asal ketiga negara, Andrea Riccardi menyampaikan pernyataan. "Kalian dilahirkan sebagai anak-anak dari dunia kepulauan, tetapi kalian tidak ditakdirkan untuk hidup sebagai pulau,” ujarnya.

Komunitas mempunyai misi bagaimana menciptakan jembatan persahabatan, memecah kesepian dengan kata dan gerakan. Andre juga menekankan pentingnya meningkatkan persahabatan dengan orang miskin, siapa pun membantu orang miskin maka mengubah seluruh dunia.

Kesempatan ini dimanfaatkan dengan kegiatan ceramah, diskusi membahas tema yang ditetapkan dan berdoa bersama. Peserta yang sebagian besar berusia muda turut mengambil bagian dalam nyanyian penuh sukacita semakin mempererat kebersamaan.

Salah satu peserta perwakilan Kabupaten Belu, Yasinta, yang hadir dalam konferensi tersebut, turut membagikan kisahnya.

Yasinta bersama rombongan dari Kabupaten Belu dan Malaka foto bersama Andrea Riccardi. (Foto: Dok. Yasinta)

"Dengan kegiatan ini menambah pendalaman iman serta mengajarkan saya untuk lebih peduli terhadap sesama, tidak boleh takut untuk melayani, berbelas kasih dan membawa pesan damai kepada siapa saja," katanya, baru-baru ini.

Konferensi ditutup dengan perayaan Ekaristi, yang dipimpin oleh Uskup Padang, Mgr. Vitus Rubianto, mendoakan keluarga besar Sant’Egidio se-Asia Tenggara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....