Sekda Belu Ingatkan Untuk Percepat Proses RPJMD

  • 18 Feb 2025 22:35 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Belu Johanes Andes Prihatin, SE., M.Si menyinggung mengenai baju seragam ASN dan pentingnya memulai kerja dengan rasa syukur. Hal tersebut diutarakannya, ketika memberikan arahan pada Apel Pagi Awal Minggu dihalaman Kantor BPKAD Kabupaten Belu, Senin (17/2/2025).

Selain itu Sekda Johanes Andes mengingatkan tentang pentingnya kerapian seragam dan kelengkapan atribut sebagai seorang ASN (Aparatur Sipil Negara). Dia mengatakan, seragam dan atribut yang rapi dan lengkap memberikan kesan profesionalisme dan disiplin dalam menjalankan tugas sebagai Seorang ASN.

“Dalam menerapkan kedisiplinan, apel pagi menjadi bagian kegiatan rutin di lingkungan instansi pemerintahan yang melibatkan seluruh pegawai untuk menyampaikan informasi, koordinasi, dan menyemangati satu sama lain sebelum memulai aktivitas kerja dilingkungan yang kecil,” ungkap Sekda Belu dihadapan peserta apel.

Dalam kesempatan itu, juga Sekda Johanes menyampaikan proses penyelesaian RPJMD yang belum selesai dalam masa transisi ini, karena salah satu muatan dari RPJMD adalah visi dan misi kepala daerah.

"Sesuai petunjuk dan surat Kemendagri, bahwa bagi daerah-daerah yang belum ada visi misi kepala daerah, tetap kita laksanakan sesuai dengan RPJPD," ujar Sekda Johanes.

Ia menambahkan, sebagaimana kita tahu RPJPD Kabupaten Belu tahun 2025-2045 itu sudah ditetapkan dengan peraturan daerah pada akhir tahun 2024, dengan Visi yang sudah ditetapkan adalah "Belu Itakan Uma" dan saat ini kita memasuki tahap akhir RPJPD 2005-2025.

"Disitu ini muatannya banyak sekali dalam konteks menyongsong Indonesia Emas 2045," tandas Sekda Belu.

Selain itu Sekda Belu menyampaikan efisiensi keuangan daerah sesuai petunjuk Inpres Nomor 1 Tahun 2025 dan petunjuk teknis PMK atau Peraturan Menteri Keuangan, terkait pengurangan dana alokasi khusus atau DAK di PUPR dan Pertanian.

"Arahan Inpres bahwa belanja perjalanan dinas mungkin dikurangi 50% dan kita akan rumuskan yang terbaik sehingga tidak mengganggu kinerja pelayanan di daerah, dengan tetap taat kepada instruksi presiden," sebut Sekda Johanes Andes, sembari mengatakan bahwa efisiensi anggaran tersebut tidak berdampak langsung kepada TPP, tetapi kita akan tetap melaksanakan evaluasi sesuai aturan yang berlaku.

Disamping itu, Sekda Belu mengingatkan agar proses pengusulan P3K tahap 1, baik tenaga kesehatan dan tenaga teknis sebanyak 307 orang untuk perolehan nip-nya akan dilakukan di triwulan kedua.

"Kalau berjalan lancar mungkin di triwulan kedua, paling lambat satu dua bulan ke depan mereka punya NIP sudah ditetapkan. Semoga dengan kehadiran teman-teman P3K, memberikan semangat baru bagi peningkatan kinerja ASN di Kabupaten Belu, terutama di lingkup sekda ini," terang Sekda Johanes.

Ia pun menghimbau agar di akhir musim penghujan ini, ASN dapat memperhatikan kebersihan dilingkungan kompleks kantor bupati agar tetap bersih dan rapi.

"Jadi kita biasakan setiap hari Jumat kita bersihkan lingkungan disini. Walaupun kantor ini sudah tua, tetapi kita berusaha menjaga dengan memangkas rumput dan merapikan bunga-bunga yang ada, termasuk mengecat kembali tembok-tembok yang sudah kusam," kata Sekda Johanes mengakhiri. (Prokopimbelu).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....