Inflasi Tekan Biaya Hidup Mahasiswa

  • 04 Sep 2025 22:31 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua:Inflasi yang terus terjadi di Indonesia tak hanya berdampak pada masyarakat umum, tetapi juga memengaruhi kalangan mahasiswa. Hal ini disampaikan oleh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Siprianus G. Tefa, SE., M.Si., CRP, kepada RRI Atambua, Sabtu (6/9/2025).

Menurutnya, sekitar 99 persen mahasiswa masih dibiayai oleh orang tua, sehingga ketika harga-harga naik akibat inflasi, mahasiswa juga ikut merasakan dampaknya. “Kalau terjadi inflasi, mahasiswa harus mengkalkulasi biaya hidupnya. Pola konsumsi harus disesuaikan, karena daya beli tentu akan terpengaruh terhadap biaya hidup, pendidikan, dan konsumsi mahasiswa,” kata Siprianus.

Ia mengatakan bahwa mahasiswa perlu lebih bijak dalam mengatur pengeluaran, terutama untuk kebutuhan pokok sehari-hari, transportasi, dan biaya pendidikan. Inflasi, menurutnya, berpotensi membuat mahasiswa harus mengubah gaya hidup, dari yang konsumtif menjadi lebih hemat dan terukur.

“Mahasiswa jangan hanya bergantung pada kiriman orang tua, tetapi bisa mulai melatih diri mencari solusi, misalnya dengan kerja paruh waktu, wirausaha kecil-kecilan, atau mengatur prioritas belanja agar tetap bisa bertahan di tengah kondisi ekonomi yang menantang,” ujarnya.

Siprianus juga mengingatkan bahwa inflasi juga bisa menjadi bahan pembelajaran nyata bagi mahasiswa. “Situasi ini adalah laboratorium hidup. Mahasiswa bisa belajar langsung bagaimana inflasi berdampak pada biaya hidup dan pola konsumsi,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....