Ayah dr.Icha Sebut Putrinya Meninggal akibat Gantung Diri karena Depresi

  • 27 Jun 2026 06:15 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Penyebab kematian dari almarhumah dr. Icha akhirnya diungkapkan oleh sang ayah Gabriel Pakaenoni, bahwa putri tercinta yang depresi berat akibat intimidasi dari 3 orang DPRD TTU meninggal dalam keadaan gantung diri pada Jumat 26 Juni 2026 tepatnya pukul 18.30. Hal ini disampaikan oleh paman alamarhumah Victor Emanuel Manbait, SH via pesan WhatsApp.

"Almarhumah ditemukan telah meninggal dunia di dalam kamarnya dalam keadaan tergantung dengan tali pada leher yang terikat pada bingkai pintu. Karena itu, sebagai orangtua dan keluarga besar membawanya ke RS Bhayangkara untuk Visum", kata Victor.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang tidak wajar pada tubuh almarhumah dr. Icha.

Jadi setelah menjalani visum, pihak keluarga meminta tidak dilakukan autopsi. Sehingga jenazah kemudian dibawa kembali untuk disemayamkan di rumah Duka Bau Mata, Kupang, untuk didoakan dan dihantarkan oleh keluarga, kerabat, serta para pelayat", ujar Victor.

Almarhumah sebelumnya menjalani perawatan medis selama kurang lebih 6 hari sejak 15 Juni 2026 dan diperbolehkan pulang dengan rawat jalan pada 21 Juni 2026. Almarhumah terpaksa menjalani perawatan medis karena tekanan psikologis setelah diintimidasi oleh 3 orang anggota DPRD TTU di ruang IGD RS Leona Kefamenanu.

Alamarhumah dr. Icha sebelumnya diduga menjadi korban intimidasi saat menangani pasien kasus gigitan ular di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona pada 14 Juni lalu. DPRD TTU yang diduga mengintimidasi almarhumah adalah Norbertus Tubani (PKB) Therensius Lazakar(Golkar) dan Veronika Lake (PDI-P. Sehingga dokter Icha harus menjalani perawatan medis akibat kejadian itu karena depresi berat (SK).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....