Pendidikan Kritis Jadi Senjata Lawan Korupsi Sejak Dini
- 08 Apr 2025 02:23 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua: Keseimbangan antara hak dan kewajiban menjadi penekanan penting dalam pelajaran kewarganegaraan. Siswa SMA Negeri 2 Tasifeto Timur diajarkan memahami hal tersebut sejak dini agar tidak menyimpang.
“Dalam pelajaran agama Katolik, ada materi khusus tentang bersikap kritis,” ungkap Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Tasifeto Timur, Baltasar Eustachius Mali Tae. Ia menyebut bahwa siswa diajak mengikuti perkembangan sosial dan menyikapi isu dengan berpikir jernih.
Lebih lanjut dikatakannya, Guru dituntut memberikan contoh konkret terkait nilai-nilai antikorupsi. Bukan hanya lewat teori, tapi juga dari praktik harian. Baltasar menegaskan bahwa pelajaran antikorupsi harus dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah dan sekolah.
Ia menyebut, mayoritas siswa beragama Katolik. Karena itu, guru agama diminta memberi perhatian lebih terhadap pendidikan moral.bContoh korupsi sederhana seperti menyontek atau mengambil barang bukan milik sendiri menjadi pembelajaran awal.
“Korupsi tidak hanya soal besar, tapi juga kebiasaan kecil yang menyimpang,” ujarnya. Ia berharap siswa tidak menormalisasi penyimpangan dalam keseharian sebagai hal biasa.
Dikatakannya , siswa diajak tidak hanya menjadi pintar, tapi juga bermoral tinggi. Baltasar menyebutkan bahwa penguatan karakter menjadi bagian dari strategi menghadapi tantangan sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....