Anak Muda Dinilai Masih Ragu Memulai Thrifting
- 13 Mei 2026 20:58 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Tren thrifting (beli barang bekas) terus berkembang di kalangan anak muda sebagai alternatif fesyen ramah lingkungan. Namun, masih banyak masyarakat yang ragu untuk mulai mencobanya.
Pada Jumat 1 Mei 2026, Irin Mau, seorang pencinta thrifting, membagikan pandangannya kepada Pro 2 RRI Atambua. Ia menyebutkan ada beberapa alasan yang membuat anak muda enggan melakukan thrifting.
Menurut Irin, stigma soal kebersihan masih menjadi hambatan terbesar. “Banyak yang takut jorok dan berpikir baju thrift itu bekas orang meninggal,” ujarnya.
Padahal, menurutnya, sebagian besar pakaian thrift sudah melalui proses pencucian sebelum dijual kembali. Namun, stigma tentang pakaian bekas tersebut masih sulit dihilangkan di tengah masyarakat.
Selain itu, faktor gengsi juga memengaruhi minat anak muda terhadap thrifting. “Masih ada yang takut dibilang tidak mampu beli baju baru,” katanya.
Irin menjelaskan bahwa thrifting juga membutuhkan waktu dan kesabaran saat memilih barang. Pembeli harus mencari ukuran yang pas serta memeriksa kondisi pakaian secara teliti.
“Kalau beli baru tinggal klik, tapi thrifting harus bongkar dan cek satu per satu,” ucap Irin. Kebiasaan serba instan membuat sebagian anak muda merasa malas untuk melakukan thrifting.
Ia juga menyoroti anggapan bahwa pakaian bekas kurang mengikuti tren fesyen terbaru. Banyak orang takut tidak terlihat kekinian karena model pakaian thrift cenderung beragam dan acak.
Menurut Irin, pemahaman soal fesyen ramah lingkungan juga masih kurang. “Banyak yang langsung percaya label ramah lingkungan dari jenama (brand) besar,” katanya.
Padahal, menurutnya, membeli pakaian bekas jauh lebih membantu mengurangi limbah fesyen. “Beli baju bekas murah sebenarnya lebih ramah lingkungan daripada beli baru berlabel eco (label ramah lingkungan),” ujarnya.
Meski begitu, Irin menilai pandangan negatif terhadap thrifting perlahan mulai berubah. Ia mengatakan banyak orang akhirnya tertarik setelah menemukan toko thrift yang nyaman.
“Kalau sudah dapat barang bagus dan murah, biasanya langsung ketagihan thrifting,” ucapnya. Ia menyebut pengalaman thrifting terasa seperti sedang berburu harta karun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....