"Thrifting" Jadi Solusi Anak Muda Kurangi Limbah Fesyen
- 01 Mei 2026 09:38 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Tren belanja barang bekas (thrifting) semakin diminati anak muda sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan. Aktivitas ini dianggap sebagai langkah sederhana untuk mengurangi limbah pakaian.
Kepada RRI, Jumat, 1 Mei 2026, Irin Mau sebagai pegiat belanja barang bekas (thrift enthusiast) membagikan pengalamannya. Ia menyoroti dampak thrifting terhadap pengurangan limbah tekstil.
Menurut Irin, dampak dari satu orang memang tidak langsung terlihat besar. “Kalau sendiri mungkin kecil tapi kalau banyak orang ikut, dampaknya besar,” ujarnya.
Ia menilai satu orang bisa mengurangi puluhan pakaian dari potensi limbah setiap tahun. “Sekitar 20 sampai 30 baju bisa diselamatkan, setara lima kilogram limbah,” kata Irin.
Jika dilakukan secara bersama, dampaknya akan semakin terasa signifikan. “Bayangkan kalau seribu anak muda melakukan hal yang sama, jumlah limbah berkurang drastis,” ucapnya.
Irin mengaku merasakan perubahan kebiasaan setelah mengenal thrifting. “Saya jadi jarang beli baju baru, bahkan teman-teman ikut terbawa,” katanya.
Baginya, efek thrifting tidak hanya pada pengurangan sampah, tetapi juga pola pikir. Kebiasaan ini mendorong anak muda lebih bijak dalam membeli barang.
Ia menyebut thrifting sebagai langkah kecil yang tetap berdampak nyata. “Memang tidak menghentikan limbah sepenuhnya, tapi lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa,” ujarnya lagi.
Secara keseluruhan, kata Irin, thrifting menjadi cara sederhana untuk mendukung gaya hidup ramah lingkungan atau Go Green. Irin memandang langkah kecil ini akan berdampak besar jika dilakukan bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....