"Thrifting" Jadi Gaya Hidup Anak Muda: Go Green tanpa Ribet dan Hemat Biaya

  • 01 Mei 2026 09:21 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Tren belanja barang bekas (thrifting) kini semakin populer di kalangan anak muda sebagai gaya hidup ramah lingkungan. Hal ini pun dibahas dalam program Spada Pro 2 RRI Atambua.

Dalam sesi obrolan, Jumat, 1 Mei 2026, Irin Mau sebagai thrift enthusiast (pegiat belanja barang bekas) membagikan pandangannya. Ia menilai thrifting sebagai langkah sederhana untuk mendukung gerakan ramah lingkungan atau Go Green.

Menurut Irin, thrifting membantu mengurangi produksi limbah tekstil yang terus meningkat setiap tahun. “Dengan thrifting, kita ikut memperpanjang umur pakaian dan mengurangi sampah,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa produksi satu kaos membutuhkan sumber daya besar, termasuk ribuan liter air. “Banyak orang tidak sadar satu baju baru punya dampak besar bagi lingkungan,” kata Irin.

Melalui thrifting, pakaian layak pakai dapat digunakan kembali oleh orang lain. Dampaknya, umur pakaian menjadi lebih panjang dan tidak cepat berakhir di tempat pembuangan.

Irin menambahkan, thrifting mampu melawan budaya konsumtif sekali pakai lalu dibuang. “Anak muda tetap bisa tampil keren tanpa harus terus beli baru,” ucapnya.

Dari sisi ekonomi, thrifting menawarkan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan produk baru. “Dengan uang terbatas, kita tetap bisa punya banyak pilihan gaya,” katanya.

Menurut Irin, kebiasaan thrifting juga mengubah pola pikir dalam berbelanja. “Kita jadi lebih mikir sebelum beli, bukan sekadar ikut tren,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa thrifting membuat gaya hidup Go Green terasa lebih mudah dan menyenangkan. “Tidak perlu ribet untuk peduli lingkungan, cukup mulai dari lemari sendiri,” ujar Irin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....