Pesan Budaya di Atas Batu
- 02 Jul 2025 19:42 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua : Bagi Dematrius Manimau, seorang pelukis profesional asal Alor, seni adalah jembatan untuk menjunjung tinggi budaya. Komitmennya ini terwujud dalam medium tak biasa yang dipilihnya: granit. Ia tak hanya melukis di atas batu, tapi juga menorehkan pesan-pesan luhur di tempat-tempat penting seperti kuburan dan plakat nama gereja, dengan motif tenun khas Alor yang sarat makna.
Ia menekankan pentingnya melestarikan warisan budaya melalui karyanya. "Budaya harus dijunjung tinggi. Ini adalah identitas kita," ujarnya kepada rri.co.id, Rabu ()02/07/25.
Dua motif tenun yang menjadi fokusnya adalah Kolana dan Batulolong. Motif Kolana, yang dikenal dengan pola geometrisnya yang khas, sering dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari dan keberanian masyarakat Alor. Sementara motif Batulolong, dengan bentuknya yang lebih abstrak dan sering dikaitkan dengan makna spiritual, banyak ditemukan dalam upacara adat.
Dengan menempatkan motif-motif ini di kuburan dan granit nama gereja, Dematrius secara simbolis mengintegrasikan nilai-nilai budaya ke dalam aspek spiritual dan memorial kehidupan masyarakat Alor. “Ini adalah upaya untuk memastikan bahwa warisan leluhur tidak hanya diingat, tetapi juga dihormati dalam setiap sendi kehidupan,” ucapnya.
Baru-baru ini, ia juga mendapat kehormatan besar dipercaya untuk melukis motif tenun adat Bunga Raja Kolana langsung di atas makam. Sebuah proyek yang ia syukuri dan banggakan, menunjukkan betapa seni dapat menjadi jembatan antara yang hidup dan warisan leluhur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....