KSI Belu: Asal Menulis, Semua Orang Bisa

  • 11 Jun 2025 22:38 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua: Asal menulis saja semua orang bisa, tetapi bagaimana menulis dan kemudian, karya itu dinikmati khalayak, datang dari ide, melalui riset,setelah itu disentuh dengan penghayatan dalam menulis. Demikian disampaikan Ketua Komunitas Sastra Indonesia (KSI) kabupaten Belu, dalam perbincangan di segmen Obrolan Komunitas Pro 1 RRI Atambua , Rabu (11/6/2025).

Penulis karya sastra yang juga ranah pekerja industri kreatif,mana dalam hasilkan karya, melalui proses panjang penuh permenungan. “Sebab karya sastra dalam bentuk apapun harusnya menyentuh pembaca atau yang mendengarkannya, sehingga saya dalam menggarap sebuah karya selalu lakukan riset kecil, untuk menjiwai apa yang saya kerjakan” ujar Margareth Ayu.

Eflayer promo program siaran Obrolan Komunitas Pro 1 RRI Atambua

Dalam karyanya perempuan yang akrab disapa Miss Ayu ini, memilih tema besar tentang kehidupan perempuan. “Dari lingkungan,dari kegelisahan karena hal yang terjadi dilingkungan kita, saya lebih dominan tentang perempuan sih, kegelisahan wanita dengan maraknya kasus seperti perdagangan orang, itu pemicunya, karena mereka adalah saya juga, orang tua saya, saudari saya juga,” kata Ayu.

Hal ini tergambar nyata dalam beberapa karyanya seperti, Tiga Wanita, kemudian sebuah monolog karyannya yang lain Wanita Firdaus, serta Perempuan Imigran. “Ini dari beberapa yang kami rilis, tapi masih banyak yang masih dalam proses penyempurnaan, semuanya bercerita tentang perempuan, karena arah tulisan saya bertema perempuan dan segala problemnya,” ucapnya.

Dirinya juga menjelaskan tentang pentingnya penghayatan mendalam serta referensi dalam penulisan sebuah karya sastra, sebab dari sana idealisme penulis dipertahankan. “Kenapa penulis sastra masuk dalam industry kreatif? Karena karya itu lahir dari ekspresi yang khas, sastra itu produk intelektual juga artistik,” tuturnya.

Dirinya juga menekankan saat ini banyak wadah yang bisa dimanfaatkan sebagai media publikasi karya sastra, atau diubah menjadi konten digital. Dan semua bahkan dapat berpotensi menghasilkan pendapatan. Namun kembali lagi, bagaimana karya itu tidak asal jadi dan tidak datang dari hasil plagiat karena kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). EM

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....