Tak Sekedar Bisnis, Pemilik Jasa Turut Edukasi Pelanggan
- 28 Mei 2025 05:56 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua: Pemilik usaha "Nail Art by Tere" tak hanya fokus mempercantik kuku pelanggannya tapi juga peduli terhadap kesehatan kuku. Seperti diungkap Ester Waruwu yang akrab disapa Tere, saat dikonfirmasi RRI, Rabu (28/4/2025).
Berawal dari pengalamannya sebagai pengguna jasa merias kuku (nail art) sempat mengalami berbagai masalah, seperti infeksi jamur. “Saya dulu juga customer, jadi tahu rasanya kuku rusak karena nail art yang nggak tepat,” katanya.
Menurut Tere, nail art memang bisa mempercantik penampilan tapi tidak cocok dilakukan terlalu sering.
“Kalau untuk cantik, ya memang cantik tapi ada juga minusnya, terutama untuk kesehatan kuku. Makanya saya lebih fokus mengedukasi pelanggan,” katanya.
Sebelum melakukan layanan, Tere selalu menanyakan kondisi kuku pelanggan. Ia ingin tahu apakah ada riwayat alergi, masalah kulit, atau pengalaman buruk dengan nail art sebelumnya.
“Saya tanya dulu, pernah alergi nggak, pernah kuku rusak nggak. Jadi kami ngobrol dulu sebelum mulai. Itu penting supaya bisa kasih solusi yang tepat,” katanya menjelaskan.
Jika kondisi kuku pelanggan tidak memungkinkan, Tere tidak akan memaksakan layanan nail art. Ia hanya akan menawarkan perawatan manikur atau pedikur terlebih dahulu.
Setelah itu, nail art bisa dilakukan satu bulan setelah kuku pelanggan sudah sehat kembali. Ia juga menyarankan agar pelanggan memberi jeda antara satu sesi nail art ke sesi berikutnya.
“Saya pribadi kasih jeda sebulan, biar kuku bisa pulih dan tumbuh sehat. Intinya, semua kembali ke individu masing-masing. Tapi tugas saya kasih edukasi, bukan cuma jasa,” ucap Tere.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....