Jangan Buang Ibu, Drama Keluarga Mengharukan tentang Pengorbanan Seorang Ibu

  • 10 Jun 2026 23:46 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Film Jangan Buang Ibu merupakan drama keluarga Indonesia yang disutradarai Hadrah Daeng Ratu dan diproduksi Leo Pictures. Film ini dijadwalkan akan tayang mulai 25 Juni 2026 di bioskop Indonesia.

Melansir dari jadwalnonton.com, film ini dibintangi Nirina Zubir, Refal Hady, dan Amanda Manopo yang menghadirkan kisah keluarga penuh emosi mendalam. Ceritanya mengangkat perjuangan seorang ibu tunggal yang menghadapi pengabaian setelah membesarkan anak-anaknya hingga sukses dewasa.

Ristiana harus menjalani kehidupan berat setelah kehilangan suami dan memikul tanggung jawab keluarga seorang diri sepenuhnya. Dengan penuh keteguhan, ia membesarkan ketiga anaknya sambil memastikan masa depan mereka tetap lebih baik.

Seluruh waktu dan tenaga dicurahkan Ristiana demi memberikan pendidikan serta kehidupan layak bagi anak-anaknya tercinta. Pengorbanan tersebut dilakukan tanpa mengharapkan balasan, selain melihat mereka tumbuh menjadi pribadi yang berhasil kelak.

Ketika anak-anaknya beranjak dewasa, mereka mulai disibukkan pekerjaan, keluarga, dan berbagai persoalan kehidupan masing-masing sehari-hari. Kondisi tersebut perlahan membuat hubungan mereka dengan sang ibu semakin renggang dan penuh jarak emosional.

Pada masa tuanya, Ristiana justru merasakan kesepian mendalam akibat perhatian keluarga yang semakin berkurang drastis. Ia akhirnya harus menjalani hari-hari di panti jompo setelah merasa diabaikan oleh anak-anaknya sendiri.

Trailer resmi terbaru menampilkan pesan hangat Ristiana agar anak-anaknya tetap rukun sepanjang menjalani kehidupan bersama. Ia mengingatkan bahwa keluarga harus selalu dijaga meskipun menghadapi berbagai masalah dan perbedaan pandangan hidup.

Dalam keterbatasan ekonomi, Ristiana mengajarkan pentingnya mendahulukan keluarga dibandingkan kepentingan pribadi yang bersifat sementara. Nilai tersebut menjadi fondasi kuat yang membentuk karakter anak-anaknya sejak masa kecil hingga dewasa.

Konflik semakin terasa ketika Dewi bersiap menikah dan membutuhkan wali untuk mendampinginya pada prosesi pernikahan. Karena orang tuanya telah berpisah, muncul perdebatan mengenai keberadaan sang ayah yang lama menghilang.

Momen tersebut menghadirkan ketegangan emosional yang memperlihatkan rapuhnya hubungan keluarga ketika komunikasi mulai terabaikan lama. Melalui kisah menyentuh ini, film mengajak penonton menghargai orang tua sebelum semuanya terlambat bagi keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....