Tren Menggerakkan Anak Muda Melestarikan Tenun

  • 31 Jan 2026 19:20 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Tenun sebagai warisan budaya tradisional masih punya tempat di hati anak muda, terutama jika ada tren menggerakkan mereka. Anak muda kini mulai menunjukkan minat pada tenun, baik sebagai pengguna maupun pelaku usaha di bidang tenun.

“Anak muda itu kalau ada tren, mereka mau ikut," Cecilia Berebuti, pemilik "Sikita Gallery". "Mereka butuh motivasi dan contoh yang menjadi pusat tren agar semangat menenun tumbuh.”

Ia menambahkan bahwa tren menjadi pusat perhatian sehingga anak muda tidak merasa asing dengan tenun. Tenun kini tidak hanya dipakai saat acara adat.

Kini tenun mulai masuk ke dalam fesyen modern yang diminati banyak kalangan muda. “Kalau sudah ada trend center, maka anak muda mau ikut-ikutan,” ujar Cecilia dengan semangat.

Perkembangan tren tenun juga dipengaruhi rasa FOMO (fear of missing out) anak muda yang ingin tampil kekinian atau up-to-date. “Kalau teman-teman pakai tenun, ya saya juga mau ikut,” ujar Cecilia menirukan dialog anak muda.

Sebagai pelaku usaha, Cecilia memandang tren sebagai faktor utama dalam menjaga eksistensi tenun di kalangan muda. “Kalau tren sudah jalan, penenun dan pengusaha tenun semakin semangat,” katanya.

Meski begitu, tren saja tidak cukup tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak agar tenun terus berkembang. Anak muda harus diberi ruang untuk berkreasi dengan tenun sehingga budaya ini tetap hidup.

Tenun tetap digunakan dalam berbagai kesempatan dengan pengaruh tren dan motivasi dari kalangan muda. Banyak anak muda memakai tenun untuk berbagai acara formal dan kasual sesuai perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....