Prinsip "Melati" dan Totalitas Pelayanan di Keuskupan Atambua

  • 31 Jan 2026 10:30 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua-Prinsip melayani dengan hati (Melati) dan totalitas pelayanan di Keuskupan Atambua jadi refleksi iman di Dekenat Belu.

Informasi disampaikan Sekertaris Soverdian Belu, Gaspar Kopong Kelen, dalam penyampaian renungan di kapela Novis Nenuk, Selasa, 27 Januari 2026

"Kami tegakkan nilai-nilai inkulturasi dan ketulusan hati St. Yosef Freinademetz. Hal ini kembali ditekankan kepada seluruh umat dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

St. Yosef membuktikan dedikasinya dengan menjadi orang Tiongkok sepenuhnya, belajar bahasa, serta mencintai budaya setempat demi mewartakan kasih Tuhan Allah.

Hal mengingatkan pentingnya rasa memiliki terhadap tanah Belu dan wilayah Keuskupan Atambua dalam pengabdian.

"Saya selalu menekankan prinsip 'Melati' atau Melayani Dengan Hati kepada staf saya, agar pelayanan dilakukan dengan ketulusan yang sangat dalam," ucapnya.

Beliau juga mengkritik fenomena kebaikan musiman yang hanya muncul saat momentum politik, yang sangat berbeda dengan kasih tanpa pamrih santo tersebut.

Refleksi ini mengajak umat untuk berani berkorban waktu dan perasaan demi pelayanan yang totalitas kepada sesama, khususnya bagi kaum kecil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....