Konten Bebas, Budaya Malu Tergerus
- 09 Apr 2025 13:25 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua: Media sosial kini jadi ruang ekspresi bebas bagi anak muda. Namun, menurut tokoh pemuda perbatasan Anato Moreira, tren ini justru mengikis budaya malu yang dulu dijunjung tinggi.
“Saya perhatikan, makin banyak konten yang sebenarnya tidak pantas tapi tetap disebar, demi viral. Seolah-olah semua hal sah untuk dikontenkan,” ujar Anato kepada RRI, pekan lalu.
Menurut Anato, budaya malu adalah bagian dari identitas yang menjaga keseimbangan sosial. Saat nilai ini luntur, batas antara yang pantas dan tidak jadi kabur.
Ia menilai, dampaknya terlihat dari perilaku yang makin kurang sopan dan minim penghargaan terhadap budaya lokal. “Anak muda gampang terpengaruh tren luar, padahal budaya kita kuat,” ucapnya.
Anato berharap ada kesadaran bersama untuk menanamkan kembali nilai budaya, agar media sosial tak kehilangan arah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....