Situasi Sosbud Pengaruhi Perkembangan Anak
- 06 Mar 2025 16:11 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua : Tokoh Peduli Anak, Liest Pranowo, menekankan pentingnya peran orang tua dalam pengarusutamaan gender bagi anak-anak menurutnya, identitas, sikap, dan perilaku yang dibangun dari situasi Sosial Budaya (Sosbud) masyarakat sangat mempengaruhi perkembangan anak. Hal ini dapat berubah seiring waktu, seperti perubahan pandangan masyarakat Jawa terhadap peran perempuan yang kini telah jauh berbeda berkat perjuangan tokoh seperti Ibu Kartini.
"Struktur sosial budaya masyarakat Jawa tentang laki-laki dan perempuan berbeda mungkin dengan masyarakat di NTT. Jadi misalnya waktu zaman saya masih kecil dulu anak perempuan nggak perlu sekolah, itu adalah hasil perilaku atau struktur budaya dari masyarakat Jawa," kata Liest kepada rri.co.id, Kamis (06/02/25).
Liest menjelaskan bahwa gender merupakan peran laki-laki dan perempuan yang dibangun dari budaya dan kondisi sosial masyarakat, berbeda dengan seksualitas yang merupakan kodrat. Ia juga menyoroti bahwa bias gender seringkali dimulai sejak dini, misalnya melalui pemberian warna tertentu pada pakaian atau hadiah bayi.
"Kadang-kadang tidak sadar ya bahwa dari bayi kita sudah set-up bahwa bayi laki-laki itu kalau mau memberi hadiah warnanya nuansa biru lalu bayi perempuan tuh nuansa Ungu. Ini adalah sebuah perilaku yang bias gender," ujarnya orang tua wajib menghapus kebiasaan melabeli anak, berdasarkan gender sejak dini bebaskan anak dari stereotip yang membatasi potensi mereka.
Biarkan mereka mengeksplorasi minat dan bakat tanpa terhalang oleh asumsi gender yang sempit, dan ajarkan mereka bahwa kekuatan, kelembutan, keberanian, dan empati adalah sifat manusiawi, bukan milik jenis kelamin tertentu. "Dengan demikian, kita menciptakan generasi yang tumbuh dengan rasa percaya diri, menghargai perbedaan, dan berani menjadi diri mereka sendiri," tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....