Valentine: Antara Kasih dan Penyimpangan
- 14 Feb 2025 22:04 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua : Perayaan Hari Valentine, yang identik dengan kasih sayang, tak jarang disalah artikan dan disalah gunakan oleh sebagian orang muda. Scholastika Peong, S.Th, penyuluh agama Kristen Kantor Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, menyoroti fenomena ini dan memberikan pandangannya.
"Sangat disayangkan, banyak anak muda yang memaknai Valentine hanya sebatas romantisme antar pasangan. Padahal, esensi Valentine jauh lebih dalam dari itu," ujar Scholastika kepada rri.co.id, Jumat (14/02/25). Ia menjelaskan bahwa Valentine seharusnya menjadi momentum untuk merefleksikan kasih yang tulus, bukan hanya kepada pacar, tetapi juga kepada keluarga, sahabat, dan sesama.
Scholastika juga menyoroti penyimpangan-penyimpangan yang sering terjadi saat perayaan Valentine, seperti pergaulan bebas dan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai moralitas. "Ini yang sangat kita khawatirkan. Valentine seharusnya menjadi momen untuk mempererat tali kasih, bukan malah menjadi ajang untuk melakukan hal-hal yang negatif," katanya.
Ia mengimbau kepada orang tua dan tokoh agama untuk lebih aktif dalam memberikan pemahaman yang benar tentang Valentine kepada generasi muda. "Kita harus memberikan edukasi yang baik tentang makna valentine yang sebenarnya. Jangan biarkan anak-anak muda kita terjerumus dalam pemahaman yang salah," tuturnya.
Scholastika berharap, perayaan Valentine tahun ini dapat menjadi momentum bagi orang muda untuk lebih bijak dalam memaknai kasih sayang. "mari kita jadikan valentine sebagai momen untuk menebarkan kasih yang tulus, bukan hanya kepada orang yang kita cintai, tetapi juga kepada sesama manusia," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....