Kaum Milenial yang Menjaga Nilai Budaya di Tengah Arus Teknologi

  • 11 Feb 2025 22:52 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua:Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Sanggar Sandalwood Timor terus menunjukkan komitmennya untuk mempertahankan nilai-nilai budaya lokal. Meski beranggotakan generasi milenial, sanggar yang berdiri sejak April 2018 ini terus melestarikan seni yang berakar pada tradisi Timor. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komunitas Sandalwood, yang akrab disapa Ka Bitan, dalam perbincangan dengan RRI Atambua, ditulis Selasa (11/2/2025).

Ka Bitan menjelaskan bahwa awal berdirinya komunitas ini dilatarbelakangi oleh kecintaan terhadap seni yang dianggap sebagai wujud keindahan. Selain itu, mereka ingin menyediakan wadah bagi anak-anak di sekitar mereka yang memiliki bakat seni namun belum memiliki tempat untuk mengembangkannya. "Kami melihat banyak adik-adik berbakat di lingkungan sekitar, tetapi tidak ada tempat untuk mereka belajar dan berkarya, maka dari itu kami mendirikan sanggar ini," katanya.

Hingga saat ini, Sanggar Sandalwood Timor telah memiliki lebih dari 300 anggota, dengan 80 anggota baru yang bergabung tahun ini. Dengan dukungan dari 26 orang pengurus, komunitas ini kini telah berbadan hukum, yang semakin memperkuat eksistensinya.

Untuk mendukung kegiatan dan operasional, sumber dana komunitas ini berasal dari iuran anggota, event, dan jasa seni yang mereka tawarkan. "Kami sering mendapatkan pekerjaan dari berbagai event atau jasa seni lainnya, dan itu juga menjadi salah satu sumber pendanaan kami," ujar Bitan.

Sanggar Sandalwood Timor tidak hanya menjadi ruang bagi para anggotanya untuk berkarya, tetapi juga menjadi benteng pelestarian budaya di tengah modernisasi. Dengan semangat generasi muda, mereka terus menunjukkan bahwa seni dan budaya tradisional tetap relevan dan layak untuk dirawat serta dikembangkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....