Kearifan Lokal Jadi Benteng Perlindungan Kawasan Konservasi
- 21 Jan 2025 10:21 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua : Kearifan lokal, pengetahuan tradisional yang dimiliki masyarakat tentang lingkungan dan sumber daya alam, terbukti menjadi benteng kuat dalam melindungi kawasan konservasi. Masyarakat adat, misalnya, memiliki pengetahuan mendalam tentang siklus alam, jenis tumbuhan obat, serta habitat satwa yang hidup di sekitar mereka.
“Pengetahuan ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi pedoman dalam memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.” Demikian disampaikan Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah 1 Atambua, Erys Maart, S.Pi, kepada rri.co.id, Senin (20/01/25).
Namun lanjutnya, sayangnya, pentingnya kearifan lokal dalam upaya konservasi seringkali terabaikan. Modernisasi dan industrialisasi membuat banyak orang, terutama generasi muda, cenderung melupakan nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal. “akibatnya, praktik-praktik pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan pun mulai ditinggalkan,” ujar Erys.
Kearifan lokal memiliki peran yang sangat krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Masyarakat adat, misalnya, memiliki aturan-aturan adat yang sangat ketat terkait pemanfaatan hutan. “mereka hanya mengambil hasil hutan secukupnya dan tidak merusak habitat satwa. Hal ini berbeda dengan praktik penebangan liar yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.” ucap Erys.
Oleh karena itu, Erys menegaskan bahwa penting bagi kita untuk kembali menghargai dan melestarikan kearifan lokal. Dengan melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan kawasan konservasi, kita dapat menciptakan sinergi yang kuat antara pengetahuan tradisional dan ilmu pengetahuan modern. “Melalui upaya bersama, kita dapat memastikan bahwa kawasan konservasi tetap lestari untuk generasi mendatang.” kata Erys
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....