Mengapa Aroma Hujan Terasa Khas? Ini Penjelasannya

  • 14 Sep 2026 21:32 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Hujan tidak hanya membuat udara menjadi lebih sejuk, tetapi juga menghadirkan aroma khas yang mudah dikenali. Bau tersebut biasanya semakin terasa ketika hujan turun setelah beberapa hari cuaca panas dan tanah dalam kondisi kering.

Aroma yang muncul setelah hujan ternyata berasal dari proses alami. Melansir dari fmipa.unesa.ac.id Rabu 9 September 2026, salah satu penyebab utamanya adalah senyawa bernama geosmin yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang hidup di dalam tanah.

Ketika air hujan jatuh ke permukaan tanah, senyawa tersebut ikut terbawa ke udara. Geosmin inilah yang kemudian memberikan aroma seperti tanah basah yang sering kita cium setelah hujan.

Selain dari tanah, aroma khas hujan juga dapat dipengaruhi oleh tanaman. Tumbuhan menghasilkan minyak alami yang dapat menempel di permukaan tanah atau bebatuan. Saat terkena air hujan, minyak tersebut dapat ikut terlepas dan bercampur dengan udara.

Kondisi lingkungan juga membuat aroma hujan di setiap tempat bisa berbeda. Jenis tanah, tumbuhan, kelembapan, hingga kondisi udara dapat memengaruhi kuat atau tidaknya aroma yang tercium.

Menariknya, aroma tanah setelah hujan sudah dikenal memiliki istilah khusus, yaitu petrichor. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan aroma khas yang muncul ketika hujan mengenai tanah atau permukaan yang sebelumnya kering.

Jadi, aroma yang kita cium setelah hujan bukan sekadar bau tanah biasa. Ada berbagai proses alami yang membuat udara terasa berbeda setelah hujan turun, sekaligus menjadi salah satu hal menarik dari fenomena alam yang terjadi sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....