Dari Nusa Kenari, CKG Membuka Harapan Baru untuk Kesehatan Masyarakat Alor

  • 20 Agt 2026 18:27 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Di balik bentang kepulauan Kabupaten Alor, Nusa Kenari, ada cerita tentang masyarakat yang terus berjuang mendapatkan akses pelayanan kesehatan. Jarak antardesa, kondisi geografis, serta keterbatasan akses menjadi tantangan yang tidak selalu mudah dilalui masyarakat untuk sekadar memeriksakan kesehatan.

Namun, hadirnya Program Cek Kesehatan Gratis atau CKG membawa harapan baru. Program ini tidak sekadar menghadirkan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya, tetapi membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi tubuh lebih dini sebelum keluhan berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.

Kepala Bidang Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, Soleman K.I. Kolimon, S.Kep., Ns., MPH, menyebut CKG menjadi salah satu upaya memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan. Data Dinas Kesehatan menunjukkan, hingga 19 Agustus 2026, sebanyak 43.703 orang telah mengikuti CKG.

Jumlah tersebut mencapai 19,11 persen dari sasaran penduduk Kabupaten Alor. Angka itu menunjukkan program pemeriksaan kesehatan gratis mulai menjangkau masyarakat di berbagai wilayah, meski masih terdapat ruang besar untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan.

Sebelumnya, data pelaksanaan CKG pada Juli 2026 mencatat total 10.133 kehadiran dari target sasaran penduduk sebesar 68.578 orang. Capaian tersebut berasal dari 28 wilayah kerja puskesmas yang tersebar di Kabupaten Alor, dengan karakteristik wilayah dan jumlah penduduk yang berbeda-beda.

Bagi tenaga kesehatan yang bertugas jauh dari pusat kota, manfaat CKG bukan sekadar angka dalam laporan. Terida Cermian Tulimau, masyarakat Kabupaten Alor yang juga seorang bidan di salah satu puskesmas, melihat secara langsung bagaimana masyarakat menyambut kesempatan untuk memeriksakan kesehatan secara gratis.

Ia mengaku bersyukur karena CKG memberikan kesempatan kepada masyarakat, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat kota, untuk mengetahui kondisi kesehatan tanpa harus terlalu memikirkan biaya pemeriksaan. Sebagai bidan, ia melihat sendiri kebahagiaan masyarakat ketika mendapatkan pelayanan yang selama ini mungkin sulit mereka akses.

Kebahagiaan itu bahkan dirasakan Terida dalam keluarganya sendiri. Baginya, CKG menghadirkan rasa tenang karena pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan lebih awal, sehingga kondisi yang berpotensi menjadi masalah dapat diketahui dan ditindaklanjuti lebih cepat.

Di wilayah kepulauan seperti Alor, pemeriksaan dini memiliki arti penting. Masyarakat yang tinggal di wilayah yang jauh dari fasilitas kesehatan atau pusat kota membutuhkan pelayanan yang mampu mendekatkan upaya pencegahan, pemeriksaan, hingga penanganan kesehatan kepada mereka.

Prinsipnya sederhana: mengetahui lebih awal berarti memiliki kesempatan lebih besar untuk mengambil langkah berikutnya. Ketika suatu kondisi kesehatan ditemukan melalui pemeriksaan, masyarakat dapat diarahkan untuk mendapatkan penanganan, pengobatan, atau pemantauan sesuai kebutuhan.

Karena itu, CKG bukan sekadar tentang berapa banyak orang yang datang dan diperiksa. Lebih jauh, program ini adalah tentang membangun kesadaran bahwa kesehatan perlu dijaga sebelum sakit datang, sekaligus memastikan masyarakat Alor tidak harus menunggu kondisi memburuk untuk mencari pertolongan.

Dari Nusa Kenari, pesan itu terus bergerak dari satu keluarga ke keluarga lainnya: cek kesehatan bukan hanya ketika tubuh terasa sakit. Dengan cek dini, masyarakat memiliki peluang untuk mengenali kondisi kesehatan lebih cepat, mendapatkan penanganan yang tepat, dan bersama-sama mewujudkan masyarakat Alor yang lebih sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....