Jejak Perjalanan Oil Lelang Menuntut Ilmu Islam dari Hulnani menuju Gresik Jawa
- 01 Agt 2026 08:31 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Embusan angin di Kampung Hulnani, Desa Hulnani, Kecamatan Alor Barat Laut, masih menyimpan kisah yang diwariskan turun-temurun. Masyarakat setempat meyakini kampung itu menjadi tempat kelahiran Oil Lelang, seorang tokoh yang dikenang karena semangatnya menuntut ilmu agama Islam hingga ke Pulau Jawa.
Kisah tersebut tidak hanya hidup melalui cerita lisan, tetapi juga tercatat dalam naskah sejarah yang disimpan masyarakat. Cerita itu menjadi bagian dari identitas Desa Hulnani yang terus dikenalkan kepada generasi muda.
Kepala Desa Hulnani, MustaKim Tehing, mengatakan masyarakat percaya Oil Lelang lahir di Hulnani sekitar tahun 1425 Masehi. Sejak kecil, ia dikenal sebagai anak yang taat kepada orang tua dan memiliki keinginan kuat untuk memperdalam ilmu agama.
"Menurut cerita yang diwariskan para leluhur, Oil Lelang berasal dari Hulnani. Sejak kecil beliau dikenal sebagai anak yang patuh kepada kedua orang tuanya dan memiliki tekad kuat untuk menuntut ilmu agama," kata MustaKim Tehing.
Perjalanan itu bermula ketika Oil Lelang mengikuti rombongan nelayan yang berlayar dari Pantai Parek Aloiy di Alor Kecil. Awalnya ia berniat mencari ikan, namun kesempatan itu menjadi jalan yang mengantarkannya menuju tanah seberang.
Dalam pelayaran tersebut, Oil Lelang diam-diam berada di atas perahu hingga rombongan berlayar meninggalkan Alor. Para awak kapal baru menyadari keberadaannya setelah kapal berlabuh di Pulau Batar.
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Gresik, Jawa Timur, yang pada masa itu dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran Islam di Nusantara. Di tempat itulah kisah Oil Lelang memasuki babak baru.
Menurut penuturan yang diwariskan, awak kapal sempat melaporkan keberadaan Oil Lelang kepada seorang sultan. Setelah mengetahui niat sang anak untuk belajar agama, sultan memutuskan merawat dan mendidiknya.
"Cerita ini mengajarkan bahwa semangat mencari ilmu harus diperjuangkan. Oil Lelang rela meninggalkan kampung halamannya demi mendapatkan pendidikan agama yang lebih baik," ujar MustaKim.
Bagi masyarakat Hulnani, perjalanan Oil Lelang bukan sekadar kisah sejarah. Cerita itu menjadi simbol keberanian, ketekunan, dan pengorbanan dalam menuntut ilmu demi masa depan yang lebih baik.
Hingga kini, jejak sejarah tersebut terus dijaga oleh pemerintah desa bersama para tokoh adat. Berbagai dokumen dan cerita lisan dikumpulkan agar tidak hilang ditelan zaman.
Pemerintah Desa Hulnani juga berupaya memperkenalkan kisah Oil Lelang kepada generasi muda melalui berbagai kegiatan budaya dan pendidikan. Harapannya, masyarakat semakin mengenal sejarah daerahnya sendiri.
Selain memiliki nilai sejarah, kisah Oil Lelang dinilai menjadi warisan budaya yang memperlihatkan hubungan Alor dengan pusat-pusat penyebaran Islam di Nusantara pada masa lampau. Nilai tersebut menjadi kebanggaan masyarakat Desa Hulnani.
MustaKim berharap kisah perjalanan Oil Lelang dapat terus diteliti dan didokumentasikan secara lebih mendalam. Menurutnya, sejarah lokal seperti ini merupakan aset berharga yang dapat memperkuat identitas budaya sekaligus menjadi sumber pembelajaran bagi generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....