Cerita Guru Bawa Puluhan Buku dalam Mobil Maxim

  • 31 Jul 2026 14:53 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, ATAMBUA- Pernahkan anda membayangkan sebuah mobil taksi online disulap menjadi perpustakaan berjalan yang sangat unik? Kisah menarik ini datang dari seorang guru bernama Stefanus Sintidu yang juga jalani kerjaan sampingan sebagai driver taxi online di wilayah Belu (Maxim), selepas tugas utamanya sebagai seorang guru.

Pria yang akrab disapa Pak Steff ini sudah hobi membaca buku sejak dulu. Setiap kali ada waktu luang disela-sela mengemudi, ia selalu menyempatkan diri membaca lembar demi lembar.

Dengan sendirinya saya membangun satu kebiasaan kecil untuk orang lain, bahwa membaca juga adalah bagian dari kehidupan kita. Bagaimana kita menambah wawasan untuk membantu kita berpikir lebih kritis, kita membaca,” kata Steff ketika ditemui rri.co.id di SMK Katolik ST. Yoseph Nenuk, Jumad 31 Juli 2026.

Tak tanggung-tanggung, ada sekitar tiga puluhan judul buku menarik yang tertata rapi di dalam mobilnya. Ia sengaja menaruh koleksi buku tersebut di tempat yang sangat mudah terlihat oleh para penumpang.

Tapi buku-buku yang saya bawa di atas kendaraan ini bukan buku-buku tentang pelajaran di sekolah, tapi buku-buku di luar. Nah, karena saya hobi membaca, maka dari pada di atas kendaraan ini saya tidak simpan apa-apa, sebaiknya buku yang saya simpan,” ujar Pak Steff.

Stefanus Sintidu dengan beberapa buku yang dibawa ketika sedang mengemudi taksi online

Sebagai seorang guru, Pak Steff ingin sekali menularkan kebiasaan membaca kepada anak-anak dan masyarakat luas. Menurutnya membaca buku adalah cara termudah untuk membuka wawasan serta melatih berpikir.

“Tujuan saya bukan gagah-gahahan untuk menunjukkan bahwa saya membaca, tidak, ini salah satu kebiasaan saya. Karena hobi membaca, jadi saya mengisi waktu luang dengan saya membaca, anak-anak saya atau minimal anak sekolah bisa tertarik untuk mengikuti kebiasaan-kebiasaan yang saya lakukan,” tuturnya berkisah.

Meski minat baca masyarakat terbilang masih rendah, pak Steff pernah bertemu penumpang unik asal Timor Leste. Penumpang tersebut antusias membaca buku Atomic Habits saat dalam perjalanan.

Bagi pak Steff, aksi unik membawa puluhan buku ini murni lahir dari niat tulus berbagi kebaikan. Ia sama sekali tidak berniat untuk pamer gaya atau mencari perhatian orang lain di jalanan.

Ia hanya berharap ada makin banyak orang yang mulai tertarik menyentuh dan membaca buku lagi. Menurutnya membaca judul bukunya saja sudah menjadi sebuah Langkah awal yang cukup bagus bagi siapapun.

Lewat usaha sederhananya ini, Pak steff berhasil membuktikan bahwa menyebar semangat literasi bisa dilakukan dimana saja. "Mobil taksi online pun kini bisa berubah menjadi ruang belajar yang hangat dan menyenangkan," ucapnya dengan penuh harap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....