Potret Ibu-ibu Penjual Ikan Bakar Meningkatkan Taraf Hidup

  • 17 Nov 2025 17:57 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua: Kehidupan masyarakat di Atapupu, Desa Jenilu, terlihat penuh perjuangan sejak pengungsian massal dari Timor-Timur tahun 1999. Mereka bertahan hidup dengan bergantung pada pekerjaan di pesisir pantai.

Saat dikonfirmasi rri.co.id, Minggu (16/11/2025), keluarga-keluarga ini mengaku mengandalkan penghasilan minimal dari buruh pelabuhan. Stabilitas ekonomi mereka sering kali sangat sulit, ditandai dengan pendapatan harian yang sering kali tidak mencukupi.

Menurut Mama Deni, pedagang ikan bakar di tepian jalan, ia membantu suami dengan menjual hasil olahan ikan bakar. "Hasilnya untuk biaya kebutuhan pokok dan biaya pendidikan anak yang sangat penting," katanya

Mama Deny, warga Atapupu tengah berjualan ikan bakar melayani konsumen di lapak miliknya. (Foto: Dok. Ary Leon)

Kepada rri.co.id, Mama Deny menuturkan keputusannya sejak eksodus tahun 1999 adalah mengikuti suami hidup di mana pun. Setelah meninggalkan bekas provinsi ke-27 Indonesia itu, ia dan suaminya memilih tinggal di Atapupu, sampai saat ini.

Ibu Sabina juga mengungkapkan kondisi serupa, ia menyebutkan bahwa hingga kini mereka masih belum mampu memiliki rumah pribadi.

“Kami mencari uang setiap hari hanya untuk membayar biaya sekolah anak dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujar Sabina menambahkan.

Ia mengungkapkan, yang memberi kerja kepada mereka, berbaik hati menyediakan tempat umum sebagai area tinggal sementara dan berjualan. Para pedagang tangguh ini menjalankan usaha mereka di lokasi umum yang diizinkan untuk melanjutkan aktivitas bisnis kecil tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....