Ritual Penyambutan Tiang Rumah Adat Uarau kabupaten Malaka
- 30 Jun 2025 16:14 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua: Budaya merupakan cerminan identitas yang kuat bagi suatu kelompok masyarakat di Uarau, Desa Babulu, Kabupaten Malaka. Salah satu Suku Nonot Forenain yang mendiami wilayah ini melaksanakan serangkaian ritual untuk pembangunan rumah adat.
Ritual “Hatama Ai” dalam bahasa tetun yang berarti memasukan atau menghantarkan kayu, merupakan prosesi awal dari serangkaian tradisi. Ritual penyambutan ini dilakukan saat para pria tiba membawa sejumlah kayu untuk tiang rumah adat.
Dokumentasi rri.co.id, Sabtu (28/6/2025), Ketua Suku Nonot Forenain, Benny Boisala berpakaian adat dilengkapi ornamen tradisional, Belak (lempengan perak). Masyarakat yang sudah menunggu menyambut dengan tarian yang diiringi dengan pemukulan genderang (likurai) dilakukan oleh para wanita.
“Dalam upacara penyambutan 'Hatama Ai' ini ada 2 tiang balok utama yang menjadi simbol dari Bei feto dan Bei mane. Setelah tiba Semua orang bergerak membentuk formasi mengelilingi kedua tiang inti ini, sebutannya “Hafutar ai Bei mane dan Bei feto” kata Benny menjelaskan.
Ritual ini dilakukan dengan harapan agar para leluhur menyertai setiap proses yang akan di jalankan. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan mereka dengan warisan leluhur dan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Dua tiang utama rumah adat dikelilingi masyarakat dengan istilah “Hafutar Ai Bei Mane dan Bei Feto”. (Foto: Dok. Ary Leon)
Dokumentasi rri.co.id, Sabtu (28/6/2025), Ketua Suku Nonot Forenain, Benny Boisala berpakaian adat dilengkapi ornamen tradisional, Belak (lempengan perak). Masyarakat yang sudah menunggu menyambut dengan tarian yang diiringi dengan pemukulan genderang (likurai) dilakukan oleh para wanita.
“Dalam upacara penyambutan 'Hatama Ai' ini ada 2 tiang balok utama yang menjadi simbol dari Bei feto dan Bei mane. Setelah tiba Semua orang bergerak membentuk formasi mengelilingi kedua tiang inti ini, sebutannya Hafutar Ai Bei Mane dan Bei Feto,” kata Benny menjelaskan.
Ritual ini dilakukan dengan harapan agar para leluhur menyertai setiap proses yang akan dijalankan. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan mereka dengan warisan leluhur dan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....