Pohon Lontar, Pohon Kehidupan di Nusa Tenggara Timur

  • 22 Apr 2025 10:11 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua: Pohon Lontar (Borassus flabellifer Linn) adalah sejenis palem (Arecaceae) yang dapat tumbuh hingga 30 meter dan hidup di ketinggian 500 meter dari permukaan laut. Lontar berasal dari India dan Srilanka, kemudian menyebar ke Arab Saudi hingga negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand dan Indonesia.

Khusus di Indonesia, tumbuhan lontar banyak ditemukan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Karena keunikannya, salah satu provinsi di Indonesia yakni Provinsi Sulawesi Selatan menjadikan pohon ini sebagai lambang provinsinya.

Pohon lontar memiliki arti khusus bagi penduduk di pulau Rote dan Sabu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Mengapa demikian? Bukan tanpa alasan. Setiap bagian lontar yakni batang, pelepah, daun, hingga air atau niranya dapat dimanfaatkan. Batang lontar sering dijadikan sebagai bahan pembuatan rumah dan perabotan rumah. Pelepah lontar memiliki struktur yang besar dan kuat sangat bagus dijadikan pagar rumah. Nira yang diambil dari tandan bunga jantan dapat diolah menjadi gula lempeng, gula air atau diminum langsung

Pohon lontar memiliki catatan sejarah yang penting dan mendalam bagi masyarakat Pulau Rote dan Sabu. Kedua pulau ini pernah dilanda kekeringan parah selama kurang lebih sepuluh bulan. Akibatnya masyarakat kesulitan mendapatkan bahan makanan. Mata pencaharian mereka seperti mencari ikan, beternak babi, mengolah rumput laut, tidak mendatangkan hasil yang cukup. Dalam kondisi inilah, hanya lontar yang dapat membantu mereka untuk bertahan hidup. Lontar yang tumbuh subur walaupun dalam masa kekeringan dan kemarau berkepanjangan, memberi keajaiban bagi masyarakat di pulau itu di masa yang sangat sulit. Di sepanjang musim kemarau yang terjadi, masyarakat pulau Rote dan Sabu dapat bertahan dengan minum air nira sebagai pengganti makanan.

Pohon lontar sudah memberi kehidupan bagi masyarakat dua pulau ini lebih dari yang diduga sebelumnya. Tumbuhan penyelamat yang merupakan keajaiban bagi masyarakat pulau Rote dan Sabu. Tidak salah jika lontar dikatakan pohon al-hayat, pohon kehidupan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....