Menemukan Panggilan Hidup Lewat Pelayanan
- 09 Apr 2025 14:50 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua: Tak semua orang menemukan makna hidupnya di tengah hiruk-pikuk dunia. Bagi Filomena Loe, anggota Komunitas Sant’Egidio, panggilan hidup justru datang saat ia mulai mendekat kepada kaum marginal.
Seperti mereka yang selama ini kerap terabaikan yakni tunawisma, lansia, dan kaum rentan lainnya. Dalam wawancara bersama RRI, beberapa waktu lalu, Filomena mengaku awalnya hanya ingin ikut kegiatan sosial.
| Baca juga: Membangun Potensi Melalui Growth Mindset |
“Tapi setelah beberapa kali turun ke lapangan, saya sadar ini bukan sekadar kegiatan. Ini panggilan,” ujarnya.
Ia terenyuh saat pertama kali bertemu lansia yang hidup sendiri. “Kami hanya antar makanan tapi beliau bilang, ‘Kalian bawa harapan.’ Itu mengguncang saya,” ujarnya mengenang.
Sejak saat itu, ia aktif dalam pelayanan kepada lansia dan tunawisma. Ia merasa peran tersebut melekat dalam dirinya karena mengajarkannya arti hadir, mendengar, dan mencintai tanpa syarat.
“Di Sant’Egidio, saya merasa diterima bukan karena hebat tapi karena saya mau peduli. Di sini, semua orang punya tempat untuk berbagi cinta,” katanya.
Bagi Filomena, Komunitas Sant’Egidio bukan sekadar ruang kegiatan, melainkan tempat bertumbuh. Menjadi manusia yang lebih utuh, manusia yang hadir bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk sesama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....