Antara Pengabdian dan Hobi, Seiring Sejalan

  • 24 Jan 2025 13:39 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua : Tak ada seorang pun yang dapat menebak atau tahu akan seperti apa masa depannya. Akankah sesuai dengan mimpi dan harapannya ataukah sesuatu yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya?

Ketika jalannya takdir membawanya menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), apakah hobinya akan tetap bisa dijalani? Antara pengabdian dan hobi, seiring sejalan.

Itulah yang dialami oleh salah seorang guru ASN. Mengabdi pada SMP Negeri 2 Insana di Mamsena, Kecamatan Insana Barat, Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Yenny D. Benusu, S.Pd, lahir di Kupang, 15 Mei 1983, mengawali karier sebagai penyiar radio. Tepatnya di Programa 2 RRI Kupang pada tahun 2007 hingga 2009, Yenny telah melatih mentalnya dengan baik.

Takdir membawanya menjadi guru honorer di SMP Satu Atap Nunkurus Kupang Timur. Hingga akhirnya lulus menjadi ASN pada tahun 2010.

Di balik semua cerita hidup penuh lika-liku, Yenny masih tetap ingin mengembangkan hobinya di bidang kuliner. Gemar memasak dan membuat kue aneka jenis sejak kecil, membuatnya berkeinginan melanjutkan hobi ini di sela-sela jadwal mengajarnya.

Hobi lainnya pun yakni berkebun, ia jalankan bersama suami tercinta, Stanislaus Omenu, S.Pd. Tidak hanya itu, Yenny juga menjalankan bisnis HWI, bisnis untuk produk kecantikan dan kesehatan yang terkenal di Indonesia.

Produk-produk HWI dan tanaman mawar yang merupakan usaha sampingan dan hobi (Foto: Dok/Yenny Benusu)

Bahkan, ia mulai menekuni dunia content creator sebagai pemula. Mungkin sebagian dari kita ada yang bertanya, apakah penghasilan seorang ASN tidak mencukupi?

“Ini bukan semata tentang uang, tapi apakah kita bisa mengembangkan potensi diri selama kita mampu," ujarnya. Ditambahkannya, talenta itu hadiah dari Tuhan, jika kita tidak menggunakan dengan baik, suatu saat pasti akan diambil kembali. "Saya bekerja bukan hanya untuk diri sendiri, tapi harus bisa berbagi berkat dengan orang lain,” kata Yenny.

Dengan talenta yang mumpuni, Yenny sudah mampu memberdayakan orang-orang sekitar dengan mengajak mereka untuk membuka usaha bersama. Perlahan namun pasti, bisnis HWI yang dijalankan sudah mendapatkan puluhan reseller.

Begitu juga usaha catering yakni nasi kotak dan orderan kue. Ia jalankan dengan sungguh-sungguh tanpa mengurangi tugas dan tanggung jawabnya sebagai pendidik.

Usaha catering berupa nasi kotak (Foto: Dok/Yenny Benusu)Usaha catering berupa brudel (Foto: Dok/Yenny Benusu)

Sebagai anak sulung dari 4 (empat) bersaudara, Yenny ingin menjadi role model yang baik bagi ketiga adiknya.

“Masa muda itu wajib kita isi dengan beragam hal positif, kurangi waktu untuk hal-hal tidak perlu dan kembangkan diri menjadi lebih baik. Dan yang terpenting, kita mampu menciptakan lapangan kerja bagi orang lain," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....