Pemberdayaan UMKM Perbatasan Melalui Katalog Digital dan Website
- 11 Sep 2026 19:44 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Potensi kerajinan tenun dan anyaman Kabupaten Belu menjadi sorotan KKN UGM pada jumat 4 september 2026. Bonifasius Karel menyatakan bahwa produk lokal Belu memiliki nilai jual serta kebudayaan tinggi.
"Banyak potensi seperti tenun dan anyaman yang belum mendapatkan jangkauan konsumen secara luas," paparnya. Mahasiswa kemudian menyusun strategi pemasaran digital untuk mengenalkan produk-produk unggulan tersebut ke pasar.
Langkah konkret yang dilakukan adalah menyusun katalog produk serta membuatkan situs web pemasaran resmi. Cerita sejarah dan makna motif dari setiap kerajinan turut dicantumkan dalam katalog tersebut.
"Kami mencoba menyusun katalog serta website agar produk UMKM dapat dipasarkan lebih luas," tambahnya. Upaya ini diharapkan bisa menembus pasar nasional hingga mancanegara secara lebih efektif dan efisien.
Agar program ini bertahan lama, mahasiswa melatih generasi muda lokal untuk mengelola media digital tersebut. Pelatihan pemuda desa menjadi kunci agar pemasaran produk terus berjalan setelah KKN selesai.
"Tentu kami berharap kehadiran mahasiswa menciptakan sinergi harmonis demi keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal," tegasnya. Pendampingan ini dirancang agar kemandirian ekonomi warga perbatasan terus berkembang dengan baik.
Pengembangan UMKM berbasis digital ini diharapkan mampu mengangkat perekonomian warga sekaligus melestarikan budaya. Kerajinan khas Belu kini memiliki peluang besar untuk dikenal luas oleh masyarakat dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....