Populasi Sapi 67.141 ekor Pemda Belu Melarang Sembelih Sapi Betina Produktif

  • 23 Jul 2026 18:17 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Kabupaten Belu sebagai salah satu daerah penghasil ternak besar sapi di wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Tercatat tahun 2025 populasi ternak sapi di Kabupaten Belu yakni sebanyak 66.789 ekor

Dari jumlah kurang lebih 66.789ekor, hinggga Juli 2026 populasi sapi di Belu terus bertambah. Penambahan 0,5 persen yakni menjadi 67.141 ekor sapi di tahun 2026.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu Yoos Djami dikonfirmasi rri.co.id Selasa 21 Juli 2026 mengatakan, setiap tahun Kabupaten Belu mampu mempertahankan jumlah populasi ternak besar sapi bahkan terus bertambah jumlah. Walaupun terdapat pemotongan untuk kebutuhan konsumsi dan pengeluaran ternak ke daerah lain Kabupaten Belu tetap mampu mempertahankan populasi ternak sapi.

“Populasi ternak sapi ada peningkatan 0,5 persen. Dari 66.789 ekor menjadi 67.141 ekor tahun 2026. Menandakan kita mampu mempertahankan jumlah populasi ternak sapi,” kata Yoos Djami saat disambangi di ruang kerjanya.

Ia menyebut, untuk menjaga populasi ternak di Belu pemerintah melalui Dinas Peternakan melakukan berbagai upaya. Masyarakat dilarang memotong sapi betina produktif, ketentuan aturan termasuk berlaku di Rumah Potong Hewan (RPH).

Rumah potong hewan di Atambua dalam sehari minimal menyembelih 5 hingga 6 ekor sapi untuk kemudian daging dijual ke pasar memenuhi kebutuhan konsumsi. Sebelum disembelih sudah dalam pengawas petugas Dinas Peternakan Belu memastikan bukan ternak sapi indukan produktif.

“Masyarakat dihimbau tidak memotong sapi betina produktif, sudah sering dipotong maka akan menghambat pertumbuhan sapi betina. Sederhananya kalau sudah beranak 6 hingga 7 ekor boleh di potong karena tidak produktif lagi,” ucapnya.

Masa produktif sapu betina kata Yoos maksimal beranak 8 sampai 9 ekor, setelah itu tidak produktif lagi. “Jarang terjadi dari 1 ekor betina induk produktif bisa beranak hingga 10 ekor,” ujarnya menambahkan.

Sementara untuk menjaga serta meningkatkan produktifitas ternak dilaksanakan kegiatan vaksinasi ternak. Kegiatan vaksinasi rutin dilakukan setiap tahun dibarengi pelayanan kesehatan hewan. Program rutin Dinas Peternakan Belu memastikan ternak sapi piaraan warga kondisi sehat dan tetap produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....