Harga Plastik Melonjak Tajam Memberi Beban bagi UMKM
- 13 Apr 2026 14:16 WIB
- Atambua
RRI. CO. ID, Atambua-Kenaikan harga platik kemasan di pasar saat ini benar-benar membuat para pelaku usaha kecil merasa sangat terpukul. Biaya produksi harian meningkat drastis sehingga keuntungan yang didapatkan oleh pedagang menjadi semakin menipis dari waktu ke waktu.
"Kenaikan harga plastik sangat membebani produksi harian usaha kecil saya karena modal yang dikeluarkan menjadi jauh lebih besar," ujar Rini Ratudabo pelaku UMKM di kota Atambua. Menurut Rini, harga mika ukuran standar yang biasanya hanya 47 ribu rupiah kini melonjak menjadi 56 ribu rupiah.
Kondisi mengejutkan ini ternyata tidak hanya terjadi di kabupaten belu saja, melainkan sudah melanda seluruh wilayah indonesia. Rini Ratu Dabo mengaku merasa kaget saat mengetahui harga plastik terus merangkak naik setiap kali ia berbelanja stok.
Sebagai pelaku UMKM, ia harus merubah strategi agar bisnis kulinernya tetap berjalan dengan lancar. Rini memutuskan untuk tetap mempertahankan harga jual yang lama namun harus sedikit mengurangi porsi makanan yang ia tawarkan.
langkah ini diambil sebagai jalan tengah yang paling masuk akal agar pelanggan tidak merasa keberatan dengan harga yang ada. Pelanggan diberikan penjelasan mengenai perubahan ukuran kemasan yang kini digunakan untuk berjualan.
"Dulu saya menjual salad buah ukuran diameter dua puluh empat, sekarang terpaksa berpindah ke diameter dua puluh dua," ujarnya. harga salad tetap ia patok dengan harga 150 ribu rupiah namun porsinya dikurangi untuk menutupi tingginya biaya pembelian plastik di pasar.
Rini mengaku belum terpikirkan untuk beralih ke kemasan ramah lingkungan karena semua jenis dagangannya memang bergantung pada plastik. penggunaan mika dan boks plastik masih menjadi pilihan utama bagi usahanya karena dianggap paling praktis bagi pembeli.
imbas kenaikan ini pun merembet ke berbagai jenis wadah boks plastik lain yang harganya juga ikut mengalami lonjakan pesat. Rini berharap agar harga material plastik segera stabil kembali supaya beban produksi tidak semakin menjepit pelaku usaha seperti dirinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....